Tiga Desainer Pejuang Muda Tampil di SFW 2019

Tiga Desainer Pejuang Muda Tampil di SFW 2019

Karya desainer Pejuang Muda yang dipamerkan. foto: arya wiraraja/enciety.co

Tiga Anggota Pejuang Muda (PM) Surabaya peraih beasiswa LPTB Susan Budihardjo, menampilkan karyanya dalam acara Surabaya Fashion Week (SFW) 2019 di Grand City Mall & Convex, Rabu-Minggu, (16-20/10/2019). Ketiga orang tersebut, Azka Cahya Budi Saptono (Surya Galeri), Novita Rahayu (Vira Coupleweare) dan Wiant Dalila (Wainka).

Azka Cahya menjelaskan, tema diangkat sekarang batik Surabaya. Bertajuk flora dan fauna khas Surabaya. Motif kain yang dipamerkan adalah daun jarak, binatang terung, Suroboyo, daun semanggi, dan sisik ikan,.

“Tema besar dari SFW 2019 adalah Tropical Hype. Tema ini diangkat karena Kota Surabaya terkenal dengan taman-taman yang yang indah. Nah, kita sebagai Desainer asli Surabaya kita ingin angkat kain batik dengan motif khas Surabaya,” cetusnya, di sela acara Gladi Bersih SFW 2019, Rabu (16/10/2019).

Ia lalu mengatakan, ada 17 busana dari 50 desainer dengan berbagai tema yang dibawakan pada gelaran kali ini. Acara ini juga melibatkan 70 model yang memperagakan busana selama acara berlangsung.

Sebelumnya, ada semacam workshop dan karantina bagi ketiga desainer Pejuang Muda. Karantina itu dilakukan di Surabaya Rumah Kreatif Batik Surabaya mulai 30 September – 1 Oktober 2019.

“Karantina ini tidak dilakukan secara maraton. Kita diberikan workshop selama 5 hari, lantas untuk selanjutnya kita diarahkan untuk proses produksi,” tutur Cahya.

“Mulai pemilihan desain baju, desain warna, pilihan motif, pilihan aksesoris dan lain sebagainya merupakan satu komponen yang diperhatikan,” imbuh dia.

Wiant Dalila mengatakan, tantangan yang dihadapi adalah mengombinasikan warna, bahan, serta motif kain dan baju yang dipamerkan. “Kami juga diharuskan untuk bisa memadukan aksesoris dan mode baju yang dipamerkan,” papar Wiant.

Sementara, Novita Rahayu menegaskan, banyak tantangan dihadapi di SFW 2019. Yang paling berkesan adalah kesulitan dalam proses membatik. Untuk para desainer, proses membatik adalah hal baru.

Tiga Desainer Pejuang Muda Tampil di SFW 2019

“Begitu sebaliknya, saya yakin bagi pelaku usaha batik mendesain produk busana merupakan sesuatu yang baru. Di sinilah kami banyak belajar hal baru dan share pengalaman,” tegasnya.

Baju yang dipamerkan Vira bertema casual glamor, dengan motif batik fauna sisik ikan dan ikan terung atau timun laut. Ia mengaku, jika terinspirasi saat berbelanja kerupuk di Pantai Kenjeran.

“Intinya, desain yang kita angkat berhubungan dengan kearifan lokal Kota Pahlawan,” tegasnya.

Beberapa desainer Pahlawan Ekonomi juga ikut SFW2019.Mereka, Ninaiansyah (Ning Nina Collection), Fitria Anggraini Lestari (Jarak Arum), Ari Bintarti (Batik Alsier), Suyoko (Batik Celup Cak Yoko). (wh)