Tiga Bulan, Penderita DBD di Surabaya Capai 178 Warga

Tiga Bulan, Penderita DBD di Surabaya Capai 178 Warga
Kadinkes Surabaya, drg. Febria Rachmanita.

Meski Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah melakukan berbagai upaya untuk menanggulangi adanya penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) namun jumlah penderita DBD masih cukup banyak. Dalam tiga bulan terakhir saja, penderita DBD di Surabaya telah mencapai 178 warga.

Diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, drg. Febria Rachmanita bahwa sampai saat ini penderita DBD di Surabaya masih cukup banyak. Di bulan Januari saja, jumlah penderita mencapai 59 orang, lalu Februari jauh lebih banyak yakni mencapai 87 orang, dan pada Maret sekitar 30 warga.

“Tapi di bulan-bulan ini diperkirakan jumlah penderita terus mengalami penurunan. Meski begitu, kami tetap menghimbau warga Surabaya agar tetap waspada terhadap DBD. Karena diperkirakan puncak DBD akan berlangsung hingga April mendatang,” paparnya kepada enciety.co, Selasa (31/3/2015).

Karena itu pihaknya meminta masyarakat lebih aktif dan peduli untuk segera melaporkan jika di lingkungan sekitar warga ada yang terserang DBD.

“Laporkan segera ke puskesmas terdekat. Dalam waktu satu kali 24 jam setelah laporan masuk, kami akan melakukan fogging di lokasi. Pengasapan ini kami lakukan jika ada warga yang positip kena DBD,” tegasnya.

Sebelum kegiatan fogging dilakukan, pihak puskesmas katanya, akan melakukan  penyelidikan epidemiologi (PE). Langkah ini untuk melihat apakah dalam radius 100 meter dari lokasi terjangkitnya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) positif terdapat jentik-jentik nyamuk Aedes Aegepty.

“Penyelidikan PE itu untuk melihat apakah dari jarak 100 meter di lokasiitu terkena juga. Apabila negatif, Dinas Kesehatan akan menyelidiki lokasi lain yang menjadi tempat aktifitas korban selain di rumah,” tambahnya mengantisipasi.

Selain itu, upaya lain untuk menanggulangi DBD, terlebih menghadapi puncak musim DBD pada April mendatang pihaknya telah berkoordinasi dengan seluruh kecamatan untuk terus melakukan kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Kegiatan ini dilakukan setiap pekan di masing-masing kecamatan hingga kelurahan di seluruh Surabaya. (wh)