Tiga Bulan, Harga Sembako Naik 8-10 Persen

Tiga Bulan, Harga Sembako Naik 8-10 Persen
Wakil Kepala Perum Bulog Divre Jatim Dindin Syamsudin dan Kresnayana Yahya dalam talkshow di Suara Surabaya. Jumat (19/6/2015). Foto: arya wiraraja/enciety.co

Awal puasa Ramadan, masyarakat langsung dihadapkan dengan kenaikan berbagai macam harga-harga bahan pokok. Kenaikan harga bahan pokok tersebut mencapai 10 persen.

Wakil Kepala Perum Bulod Divre Jatim Dindin Syamsudin mengatakan kenaikan, harga bahan pokok ini disebabkan masyarakat Indonesia cenderung konsumtif saat bulan puasa Ramadan.

“Dari data yang dihimpun oleh kami (Bulog Divre Jatim red), dalam tiga bulan terakhir, harga sembilan bahan pokok (sembako) di pasaran telah naik sekitar delapan hingga sepuluh persen,” tegas Dindin Syamsudin dalam acara Perspective Dialogue di Radio Suara Surabaya, Jumat (19/6/2015).

Kenaikan harga ini, menurut dia, tidak dibarengi dengan kelangkaan bahan-bahan pokok. Kesemua stok bahan pokok masih cukup dan aman hingga delapan bulan ke depan.

Masyarakat sendiri, jelas Dindin,  diharapkan tidak perlu khawatir akan kelangkaan bahan makanan pokok. Mulai dari gula pasir, beras dan minyak goreng.

“Menjelang lebaran, sejumlah bahan pokok seperti gula, beras dan minyak goreng aman hingga delapan bulan kedepan,” tegas Dindin.

Sementara itu, Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya mengatakan, kenaikan harga bahan pokok di bulan Ramadan juga didasari oleh harga bahan dasarnya.

Dosen statistika ITS Surabaya ini mencontohkan, untuk harga beras naik karena harga pupuk untuk tanaman padi juga mengalami kenaikan harga.

“Kenaikan harga berantai. Dan pemerintah harus bisa melindungi masyarakat dengan menekan harga,” tutur Kresnayana.

Dirinya juga meminta kepada pemerintah agar dapat melindungi produsen bahan pokok ketika supply akan sebuah barang itu tinggi. “Disini upaya pemerintah sangat dibutuhkan dalam menstabilkan harga pasar,” tegas Kresnayana.

Selain itu, ia juga mengingatkan terhadap masyarakat agar tidak berperilaku merusak harga pasar. “Jika inflasi terjadi, maka akan merugikan orang banyak termasuk diri Anda sendiri,” ujarnya. (wh)