Tiap Tahun, Warga Surabaya Habiskan 200 Juta Meter Kubik Air

Tiap Tahun, Warga Surabaya Habiskan 200 Juta Meter Kubik Air
Chairperson Enciety Business Consult, Kresnayana Yahya bersama Direktur Utama PDAM Surya Sembada Surabaya, Ashari Mardiono saat berbincang dalam Perspective Dialogue di Radio Suara Surabaya, Jumat (5/12/2014).

Tingkat kebutuhan air bagi warga Surabaya dari tahun ke tahun kian meningkat. Dari catatan PDAM Surya Sembada Surabaya sepanjang tahun ini saja kebutuhan air warga mencapai 200 juta meter kubik. Ini meningkat 10 persen dibanding dengan tahun lalu.

“Untuk konsumsi air PDAM bagi warga surabaya sendiri airnya mendapat kiriman dari luar kota. Airnya harus melalui 15 kabupaten melalui pipa yang tertanam. Ini untuk kebutuhannya per tahun lebih dari 200 juta meter kubik,” terang Direktur Utama PDAM Surya Sembada Surabaya, Ashari Mardiono saat mengisi Perspective Dialogue di Radio Suara Surabaya bersama Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya, Jumat (5/12/2014).

Menurut Mardiono jumlah ini diperkirakan akan terus meningkat hingga akhir Desember mendatang hingga 210 juta meter kubik. Padahal pada tahun lalu jumlah kebutuhan air warga Surabaya hanya 195 juta meter kubik atau 15 juta meter kubik lebih rendah dibanding tahun ini.

“Kita nggak punya sumber daya jadi kita ambil dari luar kota. Sekarang kami sedang memanfaatkan air di sungai Kalimas tapi jumlahnya tidak banyak hanya 300 kubik per detik. Sedangkan kita ambil dari luar kota mencapai 800 hingga 1000 kubik per detik,” bebernya.

Dengan semakin tinggi mengambil air dari luar kota itu membuat pengeluaran PDAM Surabaya semakin tinggi. Padahal PDAM harus memasok air di seluruh jaringan pipa milik PDAM Surabaya yang terpasang di setiap rumah warga yang mencapai 5.554 kilo meter. “Kalau kita sambung-sambung mungkin mendekati Jepang sana dan ini terus akan bertambah,” aku Mardiono.

Sampai saat ini pelanggan PDAM Surabaya baru 5.525 warga saja ini karena sulitnya saluran air menembus kawasan perkampungan warga lantaran pipa harus dikubur di bawah tanah.

“Masih ada 91,8 persen warga Surabaya yang belum terlayani aliran PDAM Surabaya. Untuk itu kami berharap agar warga Surabaya tidak menggunakan air secara berlebih meski air sangat terjangkau,” tambahnya. (wh)