Tiap Tahun Kerugian Akibat Pembajakan Naik 25 Persen

 

Tiap Tahun Kerugian Akibat Pembajakan Naik 25 Persen

Kerugian negara akibat pembajakan terus bertambah. Fakta ini membuat Tim Nasional Penanggulangan Pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual (Timnas PPHKI) dan Direktorat Penyidikan Dirjen Hak Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM RI (DJHKI) serta Otoritas PT Angkasa Pura I meggelar sosialisasi di Terminal Bandara Internasional Juanda.

“Tahun 2011, kerugian mencapai Rp 43 triliun. Setiap tahunnya kerugian negara meningkat 25 persen. Ini yang membuat kami memberikan edukasi kepada masyarakat,” ungkap Direktur Penyidikan DJHKI Tosin Junansyah, Kamis (22/5/2014).

Sosialisasi serupa telah dilakukan di Bandara Soekarno Hatta pada 13 Maret lalu dan usai Surabaya yang akan digelar dua hari ini hingga esok akan dilanjutkan ke kota Medan dan Makasar.

Kata Tosin, Indonesia sendiri dijadikan pasar untuk mengembangkan pembajakan oleh negara industri. Seperti Taiwan yang membanjiri Indonesia dengan software dengan harga murah. “Indonesia sendiri dijadikan surga pembajakan oleh mereka,” sambungnya.

Sosialisasi ini sendiri tidak melakukan tindakan preventif tetapi hanya bersifat edukasi. Pentingnya memakai program software asli. Karena dengan software bajakan maka tidak hanya menjadi kerugian negara saja.

Software palsu tidak bisa mendeteksi virus yang akan merusak sistem seperti perbankan,” ujarnya.

Di Bandara Soeta Jakarta diakuinya dari 100 orang dilihat laptopnya hanya 7 yang dinyatakan asli dan 3 bajakan. Dan pihaknya sendiri baru-baru ini memusnahkan 7 ribu software palsu di Pasar Glodok Jakarta.

Kepala kantor Imigrasi Surabaya Enang Syamsi mengatakan pembajakan software palsu memang sulit untuk diberantas. Karena faktanya setiap orang lebih suka memakai barang palsu. Dan di Juanda sendiri sebagai tempat lintas negara.

Pihaknya akan memberikan brosur guna dibaca agar setiap orang mengetahui kerugian memakai produk palsu. “Kami akan kerjasama dengan kepolisian untuk berikan penindakan,” terang Enang Syamsi.

Communication and Legal Section Head PT Angkasa Pura I Andrias Yustinian mengatakan kesiapannya membantu program pemberantasan software palsu.

“Di X Ray kami setiap laptop penumpang akan dikenali di hologramnya. Sedangkan di terminal 2 Juanda X Ray ini akan di taruh boarding kid nounce,” kata Andrias. (wh)