Tiap Tahun, Keluarga Miskin Dibantu Rp 2,9 Juta

Seorang buruh panggul melakukan bongkar muat beras untuk rakyat miskin (Raskin) di gudang Bulog Sub Divre V Kediri, Jawa Timur

Setiap keluarga miskin di Indonesia akan menerima uang dan beras minimal Rp 2,9 juta per tahun. Ini sebagai program pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan. Menurut Kepala Pengendali Klaster I Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), Sri Kusumastuti Rahayu, ada empat program bantuan sosial–bersyarat maupun tidak bersyarat–yang bisa dinikmati keluarga miskin. Keempat program itu adalah program beras untuk keluarga miskin (raskin), bantuan siswa miskin (BSM)/Kartu Indonesia Pintar (KIP), Program Keluarga Harapan (PKH), dan program Kartu Perlindungan Sosial (KPS)/Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS).

“Program tersebut merupakan upaya untuk meringankan beban keluarga miskin. Setiap keluarga bisa mendapat uang tunai dari program tersebut. Jumlah uang tunai yang diterima berbeda-beda, tergantung kondisi keluarga masing-masing,” katanya di Jakarta.

Dalam program raskin, setiap keluarga miskin berhak mendapat jatah 15 kilogram beras sebulan selama 12 bulan dengan menebus seharga Rp 1.600 per kilogram. Program raskin ditargetkan menjangkau 15,5 juta keluarga. Dengan asumsi pemerintah memberi subsidi Rp 5.000 per kilogram beras, setiap bulan setiap keluarga menerima subsidi beras Rp 75.000 atau Rp 900.000 setahun.

Untuk BSM/KIP, setiap anak SD menerima uang tunai Rp 450.000, SMP 750.000, dan SMA Rp 1 juta setiap tahun. Program ini menyasar 20,3 juta siswa SD sampai SMA di seluruh Indonesia.
Kemudian, dalam PKH yang merupakan program bantuan sosial bersyarat, setiap keluarga miskin menerima bantuan tetap Rp 500.000, ditambah bantuan ibu hamil/menyusui/nifas/dengan anak usia di bawah 6 tahun Rp 1.000, anak SD Rp 450.000, anak SMP Rp 750.000, dan anak SMA Rp 1 juta setiap tahun. Bantuan minimum untuk setiap keluarga Rp 950.000 dan maksimum Rp 3,7 juta. Tahun ini, PKH diharapkan menjangkau 3,2 juta keluarga.

Sedangkan, KPS/PSKS dengan target 15,5 juta keluarga miskin diberikan Rp 200.000 setiap bulan selama tiga bulan dalam setahun atau total Rp 600.000.

Dengan demikian, keluarga miskin dengan satu anak yang bersekolah di SD dan ibunya sedang tidak hamil akan menerima beras senilai Rp 900.000 setahun, ditambah BSM/KIP Rp 450.000, PKH Rp 950.000, dan PSKS Rp 600.000 atau total Rp 2,9 juta per tahun. (bst)