Throughput Petikemas Banjarmasin Naik 2 Persen

Throughput Petikemas Banjarmasin Naik 2 PersenPergerakan tipis throughput petikemas tak hanya terjadi di PT Terminal Petikemas Surabaya saja. Kenaikan tipis sekitar 2 persen juga dirasakan di Terminal Petikemas Banjarmasin (TPKB) sepanjang 2013 kemarin.

Data yang disampaikan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III menyebutkan pergerakan petikemas sepanjang 2013 tercapai 428.552 TEU’s atau 387.996 boks. Sedangkan capaian tahun sebelumnya tercapai 419.335 TEU’s, atau setara dengan 384.323 boks.

Kepala Humas PT Pelindo III Edi Prianto) menungkapkan, peningkatan itu tidak lepas dari pemeliharaan alur Sungai Barito dan kinerja 24 jam. “Selama ini hanya memanfaatkan air sungai pasang agar kapal-kapal besar masuk. Setelah pemeliharaan semua kapal bisa masuk ke dermaga,” katanya, Jumat (3/1/2014).

PT Pelindo III menggandeng Pemprov Kalimantan Selatan untuk pengelolaan alur sungai Barito. Masalahnya Banjarmasin menjadi tulang punggung perekonomian di Kalsel, sekaligus men-support logistik di sejumlah kota kecil lainnya.

Pentingnya Pelabuhan Banjarmasin ini bisa dilihat dari throughput petikemas dari tahun ke tahun. Realisasi petikemas pada tahun 2009 tercapai 244.617 TEU’s, tahun berikutnya meningkat menjadi 295.056 TEUs, dan pada tahun 2011 tumbuh hingga 366.374 TEUs. Tahun 2012 tercatat 419.335 TEU’s, dan tahun 2013 ini terealisasi 428.552 TEU’s.

Peningkatan itu yang mendorong PT Pelindo III menginvestasikan Rp 460 miliar untuk membeli peralatan dan fasilitas di TPKB. “Investasi ini untuk meningkatkan produktivitas dan kinerja bongkar muat agar semakin tinggi,” lanjut Edi.

Saat ini tengah dilakukan proses perakitan empat unit New Container Crane (CC). Dengan penambahan CC ini, total  CC yang dioperasikan di TPK Bajarmasin menjadi 8 unit. Sementara delapan unit CC akan direlokasi ke Pelabuhan Bagendang Sampit, sebanyak dua unit.

Disamping pengadaan 4 unit New CC, TPK Banjarmasin juga menambah enam unit Rubber Tyred Gantry (RTG). Nantinya total RTG yang dimiliki TPKB sebanyak 16 unit. “Saya kira peralatan tersebut sudah mencukupi untuk troughput petikemas untuk tiga tahun kedepan,” tutup Edi. (wh)