THR Harus Dibagikan Dua Minggu Sebelum Lebaran

Pemerintah Akan Batasi Jumlah Tenaga Kerja Asing
Pemerintah Akan Batasi Jumlah Tenaga Kerja Asing

Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Hanif Dhakiri mengimbau agar tunjangan hari raya (THR) diberikan dua minggu sebelum lebaran. Dengan begitu, para pekerja dapat menyiapkan rencana menjelang hari raya. “Untuk membantu biar kepulangan mudik lebih mudahlah. Sehingga mereka punya waktu mengurusi rencana-rencana memperingati Idul Fitri,” kata Hanif di Jakarta.

Sekadar diketahui, Hari Raya Idul Fitri jatuh pada 17-18 Juli 2015. Sebenarnya, berdasarkan Peraturan Menaker Bomor 4/1994 tentang THR Keagamaan, THR diberikan seminggu sebelum lebaran. “THR memang harus dibayarkan itu kan seminggu. Regulasinya tetap begitu, seminggu sebelumnya harus dibayarkan. Tapi saya mengimbau kalau bisa dua minggu sebelumnya. Dua minggu sebelumnya ini imbauan untuk regulasinya tetap,” ujar mantan Sekretaris Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa DPR ini.

Dia menyatakan, pihaknya bakal membentuk posko-posko pengawasan di daerah. “Nanti di daerah ada posko pemantauan mengenai pelaksanaan pemberian THR,” tegasnya.

Dia menuturkan, bakal ada sanksi bagi perusahaan yang melanggar ketentuan THR lebaran ini.”Ada sanksinya. Kan ada kepentingan-kepentingan perusahaan terhadap kepentingan ketenagakerjaan. Intinya, jangan sampai tidak dilaksanakan sesuai aturan,” tuturnya.

Dia menambahkan, jumlah THR lebaran tetap dibayarkan satu bulan gaji. “Kalau yang kerjanya di atas tiga bulan kurang dari setahun ada rumusnya. Lama bulan dia bekerja dibagi 12 dikalikan gaji dia,” imbuhnya. (bst)