The Fed Tetap Pertahankan Suku Bunga 0-0,25 Persen

Bos The Fed Dinobatkan Wanita Berpengaruh di Dunia

Bank Sentral AS atau The Federal Reserve (The Fed) memutuskan tetap mempertahankan suku bunga dalam rentang 0-0,25%, Kamis (17/9) atau Jumat dinihari WIB. Salah satu alasan menjaga rate yang telah berlaku sejak 2008 itu adalah faktor perekonomian  China.

Kepala bank sentral Janet L. Yellen dalam jumpa pers setelah terbitnya pengumuman The Fed itu mengatakan masalah perkeonomian  China dan pertumbuhan ekonomi yang melambat di sejumlah negara lain “dimonitor dengan ketat” dan menjadi alasan krusial untuk menunda kenaikan suku bunga.

Namun Yellen mengatakan keputusan tersebut diambil cukup sengit oleh sepuluh aggota Komite Pasar Terbuka Federal di The Fed. Salah satu anggota komite, Jeffrey Lacker, memilih menaikkan suku bunga sebesar 0,25 percentage point. “Pemulihan dari Resesi Besar (Great Recession) telah makin melesat jauh dan belanja dalam negeri juga cukup kuat sehingga mendorong munculnya satu argumen bagi peningkatan suku bunga sekarang ini,” kata Yellen.

Namun, tambahnya, “meningkatnya ketidakpastian di luar negeri” dan melemahnya tingkat inflasi AS membuat yakin komite bahwa mereka perlu menunggu lagi beberapa hal termasuk terus meningkatnya pertumbuhan lapangan kerja, “agar bisa meningkatkan keyakinan.”

“Kami (The Fed) telah lama menduga akan adanya sedikit perlambatan dalam pertumbuhan di China, ketika mereka menyeimbangkan kembali perekonomian mereka. Tidak ada kejutan di sana. Pertanyaannya, ada tidak risiko perlambatan yang lebih tak terduga daripada yang diharapkan para analis?” kata Yellen.

Inflasi yang rendah justru mengkhawatirkan Amerika karena menjadi pertanda perekonomian yang lesu dan menjadi penghambat laju pertumbuhan ekonomi keseluruhan.

Saat ini inflasi AS berada pada level 1,2 persen dan ditekan tetap rendah akibat harga minyak yang lebih murah dan penguatan dolar terhadap mata uang lain. Sedangkan target inflasi AS yang dicanangkan The Fed adalah 2 persen.

The Fed ingin melihat angka inflasi ini naik dulu sebelum ikut meningkatkan suku bunga.

Angka penyediaan lapangan kerja sebetulnya bagus, namun seperti disebutkan di atas, The Fed ingin melihat pertumbuhan yang lebih tinggi lagi agar lebih yakin sebelum menaikkan suku bunga. Pada Agustus lalu, tingkat pengangguran di AS tercatat 5,1 persen, yang terendah sejak 2008. (bbc/cnn/bst)