Tevez Dance dan Arti Kemenangan Juventus

Tevez Dance dan Arti Kemenangan Juventus
Calos Tevez merayakan selebrasi dengan Patrice Evra.foto:reuters

Bomber Juventus Carlos Tevez berhasil mengakhiri paceklik golnya di pentas Liga Champions. Sepasang gol yang dilesakannya ke gawang Malmo di matchday 1 Liga Champions menjadi momentum comeback-nya.

Juventus baru saja mengatasi perlawanan tamunya dari Swedia, Malmo FF dengan skor 2-0 di laga perdana Grup A Liga Champions di Juventus Stadium, Turin, Rabu (17/09/2014) dinihari WIB..

Sempat kesulitan menjebol gawang lawan, Juve beruntung memiliki Carlos Tevez karena berkat dua golnya skuat asuhan Massimiliano Allegri ini meraih hasil sempurna. Satu gol berkat kerjasama cantik dengan Kwadwo Asamoah dan satu lagi melalui tendangan bebas yang ciamik.

Eks pemain Manchester United dan City ini terakhir kali mencetak gol di ajang bergengsi antar klub elit benua Eropa itu terjadi pada 7 April 2009 ketika masih berseragam United dengan mencetak gol ke gawang Porto.

Dengan kata lain, Tevez melalui 14 pertandingan Liga Champions tanpa sekalipun mencetak gol. Penyerang Argentina itu terakhir kali mencetak gol ketika Manchester United bermain imbang 2-2 dengan FC Porto pada 7 April 2009. “Saya tak pernah merindukannya ,” kata Carlos Tevez.

“Bagi saya menjadi sebuah kehormatan besar bisa bermain dengan jersey ini dan kami menjalani pertandingan seperti laga terakhir kami,” ucap Tevez nya

Carlos Tevez memang pantas puas luar biasa. Selain doppietta-nya ke gawang Malmö FF bisa mengakhiri puasa gol, Tévez juga menebus janji pada putrinya tercinta.
 
Walau begitu, sedianya Tévez sedikit telat menunaikan janjinya. Pada laga domestik Serie A sebelumnya kontra Udinese, Tévez mengaku lupa melakoni permintaan putrinya, lepas mencetak gol.
 
Permintaan di mana bomber berjuluk El Apache mesti melakukan tarian khasnya sendiri atau “Tevez Dance” yang memang, acap dilakukannya di pinggir lapangan ketika melakukan selebrasi gol.
 
“Putri saya meminta untuk melakukan tarian (Tévez Dance) itu di laga melawan Udinese, tapi saya lupa dan ketika saya pulang, dia tak ingin bicara pada saya,” ungkap Tévez berkisah, seperti dikutip Football-Italia, Rabu (17/9/2014).
 
Setidaknya kini penggedor internasional Argentina itu sudah bisa mesra lagi dengan kedua putrinya, Florencia dan Katia, berkat dua golnya Rabu (17/9/2014) dini hari WIB tadi. Kemenangan tersebut juga membawa Bianconeri ke puncak Grup A.
 
Pada pertandinga lainnya, finalis musim lalu, Atlético Madrid secara mengejutkan, dipecundangi wakil Yunani, Olympiakos Piraeus, 1-2.
 
“Kami tahu grup ini akan sulit. Beberapa wartawan justru sempat berpikir grup ini akan mudah, tapi kami tahu sejak tahun lalu bahwa tak ada yang mudah di Liga Champions,” tuntasnya. (bns/oke/ram)