Tetap Tersenyumnya Ranieri !

Tetap Tersenyumnya Ranieri !

“Juara Inggris dan Pelatih Terbaik FIFA dipecat. Itulah sepakbola baru, Claudio. Tetap tersenyum, KAWAN. Tak seorangpun bisa menghapus sejarah yang telah kau tulis.”  Demikian caption Jose Mourinho dalam foto bersama Claudio Ranieri yang diunggah di instagram.

Shock dan tak percaya. Itu  yang dialami pelatih Manchester United ini setelah   beberapa saat mengetahui sang rekan, Ranieri dipecat klub Leicester City.   Ranieri resmi dipecat pada Kamis (23/2/2017) malam. Keputusan ini muncul hanya satu hari setelah The Foxes menuai pujian karena performa mereka di markas Sevilla pada 16 Besar Liga Champions.  Meski kalah 1-2, Leicester dianggap tampil bagus melawan Sevilla yang saat ini dalam performa baik.

Pada 7 Februari lalu, manajemen City sendiri pernah mengeluarkan pernyataan resmi bahwa Ranieri mendapatkan dukungan penuh. Namun tepat 16 hari kemudian mereka melepas Ranieri.  Pada musim panas lalu, Ranieri menandantangani perpanjangan kontrak selama empat musim.

Wakil Pemimpin Klub, Aiyawatt Srivaddhanaprabha, menyatakan “pemecatan itu adalah hal tersulit yang harus mereka lakukan semenjak King Power mengambil kepemimpinan tujuh tahun lalu.” “Tapi kami punya tanggung jawab untuk menempatkan kepentingan jangka panjang klub di atas seluruh sentimen pribadi kami, tak memandang seberapa kuat sentimen itu.”

Perjalanan karir Ranieri memang bak jalannya roller coaster.   Musim kompetisi tahun lalu, pelatih Italia ini dielu-elukan akibat sihir yang ditunjukkan; membawa Leicester juara Liga Inggris.  Tetapi, sembilan kemudian, dia menjadi pesakitan, ditendang dari King Power Stadium.

Memang, pascakejutan sensasional tersebut, yang membuat Ranieri dianugerahi gelar Pelatih Terbaik FIFA 2016, performa Leicester menukik tajam dan musim ini mereka lebih banyak berada di sekitar zona degradasi.

Akan halnya simpati yang diberikan Mourinho, pelatih asal Portugal itu tahu pasti sakitnya diperlakukan seperti Ranieri ini. Maklum,  dia pernah dilengserkan paksa oleh Chelsea semusim setelah mengantar tim memenangi titel EPL 2014/15. Ia mengakui memang begitulah kejamnya sepakbola era modern, dan mendorong Ranieri untuk tetap tersenyum menghadapi momen pahit ini. (cnn/the sun/epl)