Tertahan, Madrid Makin Susah Rebut Gelar La Liga

Tertahan, Madrid Makin Susah Rebut Gelar La Liga

Harapan Real Madrid meraih gelar La Liga musim ini makin menipis setelah mereka mendapati mimpi buruk ditahan imbang 1-1 oleh Real Valladolid di Estadio Jose Zorrilla, Valladolid, Spanyol, Kamis (8/5/2014) dini hari WIB.

Saat ini nilai Madrid menjadi 34 dari 36 pertandingan, atau tertinggal empat poin dari pimpinan klasemen Atletico Madrid dan tertinggal satu poin dari urutan kedua Barcelona. Tiga tim teratas masih menyisakan dua pertandingan lagi.

Keunggulan yang didapat dari tendangan bebas Sergio Ramos di babak pertama, dibalas oleh sundulan Humberto Osorio di menit-menit akhir babak kedua sekaligus memupus peluang Los Blancos memperoleh trigelar musim ini.

Selain hasil imbang, sorotan bagi Real juga ditujukan pada ditarik cepatnya pemain bintang, Cristiano Ronaldo, yang harus mengakhir penampilannya di menit ke-9 akibat merasakan sakit pada hamstring.

Sebagaimana telah disampaikan pelatih Carlo Ancelotti, Iker Casillas untuk pertama kalinya musim ini akan kembali menjaga gawang sejak awal di laga lanjutan liga dengan empat pemain bertahan Nacho, Pepe, Sergio Ramos dan Fabio Coentrao di depannya.

Trio Xabi Alonso, Luka Modric dan Angel Di Maria tetap mengisi lapangan tengah, sementara Isco menggantikan Gareth Bale yang cedera, mendampingi Ronaldo dan Karim Benzema di lini depan.

Menghadapi Valladolid yang masih terlibat dalam pertarungan menghindari zona degradasi, Real seolah melawan tim yang buas di awal laga dan pendukung tuan rumah hampir bersorak di menit ke-5 setelah Javi Guerra menyundul bola tanpa kawalan di dalam kotak penalti, namun arahnya masih melenceng jauh dari gawang.

Perkembangan mengejutkan kembali muncul empat menit berselang, namun tidak ada hubungannya dengan upaya Valladolid mencetak gol, melainkan justru Ronaldo ditarik keluar dari lapangan.

Pemain muda, Alvaro Morata menggantikan pemain berdarah Portugal yang jelas menampakkan rasa frustasi kala terpaksa duduk di bangku cadangan.

Ronaldo bahkan hampir tidak mendapatkan kesempatan untuk menyentuh bola selama sembilan menit merumput, namun tidak terlihat ada tanda-tanda ia mengalami cedera.

Selepas laga, Ancelotti baru mengungkapkan bahwa ia menarik keluar sang bintang sebagai langkah pencegahan setelah Ronaldo mengeluh mengalami rasa sakit di bagian hamstring.

Tanpa Ronaldo dan Bale, Real yang berjibaku membangun serangan memperoleh gol pembuka lewat Ramos, yang mendadak tampil fantastis.

Tidak seperti gol-gol sebelumnya saat melawan Bayern Muenchen dan Valencia yang datang melalui sentuhan kepalanya, kali ini Ramos menyarangkan bola lewat eksekusi tendangan bebas di menit ke-35 yang gagal diantisipasi penjaga gawang Jaime, melengkapi gol kelima Ramos di empat laga terakhir.

Real mempertahankan keunggulan 1-0 hingga babak kedua berlangsung, sembari terus mengerahkan upaya menggedor pertahanan Valladolid.

Sementara, tim berjuluk Pucela mulai menekan untuk mencari gol penyama kedudukan dengan memasukkan lebih banyak penyerang dengan harapan mencuri sedikitnya satu poin dari laga tersebut untuk mendorong mereka menuju tempat yang lebih aman dari zona degradasi.

Guerra hampir saja sukses melakukan itu di menit ke-66, lewat proses menawan, namun percobaan tendangan saltonya menyambut umpan silang Jeffren masih melayang tipis di atas gawang, menyisakan kekecewaan di wajah sang pelatih, Juan Ignacio Martinez.

Valladolid yang terus menerus menekan mendapatkan buah upaya mereka lima menit jelang waktu normal berakhir, mengejutkan anak-anak asuhan Ancelotti dengan mencuri gol yang menyamakan kedudukan.

Sebuah sundulan Osorio menyambut sepak pojok, melesat melewati jangkauan Casillas menggetarkan gawang dan menyulut riuh rendah perayaan oleh para pendukung Valladolid di tribun penonton.

Tak lama kemudian, peluang emas datang bagi Valladolid untuk menjungkalkan Real, lewat sebuah serangan balik yang menciptakan keadaan tiga lawan satu di wilayah pertahanan lawan.

Akan tetapi, percobaan umpan Zakara Bergdich kepada Guerra justru mengarah ke kaki Pepe yang segera menyudahi situasi berbahaya tersebut.

Tanpa gol tercipta di sisa laga, para pemain Real meninggalkan lapangan dengan menunduk, menyadari trofi La Liga baru bisa digapai musim mendatang. (ant/ram)