Terseret Skandal FIFA, UEFA Ancam Tarik Dukungan Buat Platini

Michel Platini Serang Sepp Blatter

Konfederasi Sepakbola Eropa (UEFA), akhirnya mulai menimbang mencari sosok alternatif kandidat Presiden FIFA yang baru menyusul skorsing 90 hari yang dijatuhkan kepada Presiden UEFA, Michel Platini.

Alasannya, UEFA menyadari adanya kemungkinan Platini dilarang menjadi kandidat Presiden FIFA yang baru menggantikan Sepp Blatter. Untuk diketahui, Blatter dan Platini, sama-sama tengah menjalani skorsingmenyusul kasus pembayaran sebesar £ 1,3 juta yang diberikan Blatter pada Platini pada 2011 lalu.

Itulah yang tercermin dalam sidang darurat 54 anggota UEFA yang menggelar pertemuan di Nyon, Kamis (15/10/2015). Meski demikian, dalam pernyataan resminya, UEFA masih tetap mendukung Platini dan meminta Komite Etik FIFA dan unsur terkait guna segera membuat keputusan final terkait banding yang diajukan Platini, paling lambat pertengahan November mendatang.

“Kami mendukung hak Michel Platini untuk menjalani proses dan sidang yang fair sebagai upaya untuk merehabilitasi nama baiknya. Kami mendesak dengan segera semua pihak yang terkait dalam proses saat sekarang ini (banding Platini), yakni Komite Etik, Komite Banding, dan CAS, untuk bekerja ekstra cepat guna membuat keputusan akhir soal kasus ini paling lambat pertengahan November 2015,” demikian pernyataan resmi UEFA.

Yang menarik, meski masih mendukung Platini, dalam rapat tersebut tampak jelas sebagian anggota UEFA mengusulkan sosok kandidat Presiden FIFA yang baru guna menggantikan Platini. Adalah Presiden AFC asal Bahrain, Sheikh Salman bin Ibrahim Al-Khalifa, yang disebut-sebut tampil jadi favorit kuat pengganti Platini. Sheikh Salman sendiri diklaim bakal segera mengumumkan pencalonannya sebagai kandidat Presiden FIFA.

Namun, maju tidaknya Sheikh Salman sangat tergantung dari hasil pertemuan para petinggi enam konfederasi yang tergabung dalam FIFA, pekan depan. Jika dukungan bagi Sheikh Salman tak mencukupi, maka UEFA bakal mengusung nama Wakil Presiden KNVB, Michael van Praag.

Satu keputusan penting lainnya dari rapat darurat tersebut adalah sikap UEFA yang menolak memundurkan jadwal pemilihan Presiden FIFA yang baru pada 26 Februari 2016. Isu mundurnya pemilihan dipicu dari langkah banding yang diajukan Blatter dan Platini. (bst)