Terseret Kasus OC Kaligis, Sekjen Nasdem Rio Capella Jadi Tersangka

Terseret Kasus OC Kaligis,  Sekjen  Nasdem Rio Capella  Jadi Tersangka
Patrice Rio Capella, foto: topik9.com

Sekretaris Jenderal Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Patrice Rio Capella ditetapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait penanganan perkara bantuan sosial Sumatera Utara di Kejaksaan Tinggi dan Kejaksaan Agung. Rio diduga menerima suap sebagai anggota DPR dari Fraksi Partai Nasdem dari Gubernur Sumatera Utara nonaktif Gatot Pujo Nugroho dan istrinya, Evi Susanti.

“Berkaitan dengan pengembangan perkara yang diduga dilakukan dalam proses penanganan perkara bantuan daerah (bansos), tunggakan dana bagi hasil dan penyertaan modal sejumlah BUMD di Provinsi Sumatera Utara, dari hasil gelar perkara dan permintaan keterangan baik saksi maupun tersangka dari kasus lain, penyidik menyimpulkan dua bukti permulaan yang cukup disimpulkan terjadi dugaan tindak pidana korupsi yang diduga dilakukan GPN (Gatot Pujo Nugroho, Red) selaku gubernur Sumut beserta ES (Evi Susanti) ini adalah pihak swasta. Dalam kasus yang sama penyidik juga telah menemukan dua bukti permulaan yang cukup menetapkan PRC (Patrice Rio Capella, Red) sebagai tersangka selaku anggota DPR,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Komisioner KPK, Johan Budi SP dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (15/10/2015).

Atas tindakannya, Rio dijerat dengan Pasal 12 huruf a, huruf b atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. “Sementara sangkaan pasal, baik kepada GPN dan ES diduga melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a, huruf b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” kata Johan.

Diduga, Rio menerima suap untuk mengamankan kasus dugaan korupsi dana bansos Sumatera Utara yang ditangani Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, dan Kejaksaan Agung.

Johan menegaskan, perkara yang menjerat Rio ini berbeda dengan perkara dugaan korupsi dana bansos Sumatera Utara yang saat ini ditangani Kejaksaan Agung. “Kami tidak menangani perkara bansos. Itu ditangani pihak kejaksaan. Ini soal penerimaan dan pemberian. PRC diduga menerima hadiah atau janji,” jelasnya.

Bagi Gatot dan Evi, kasus ini merupakan kasus kedua yang menjerat mereka. Sebelumnya, pasangan suami istri itu menjadi tersangka kasus dugaan suap kepada majelis hakim dan panitera PTUN Medan bersama advokat kondang, OC Kaligis. (bst)