Tersangka, Bambang Widjojanto Putuskan Mundur dari KPK

bambang wBambang Widjojanto memutuskan mundur dari posisi Wakil Ketua Komisi Pemberantantasan Korupsi (KPK) setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Mabes Polri karena diduga memberikan keterangan palsu saat sidang di MK dalam gugatan sengketa Pilkada di Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah pada 2010. “Tadi setiba di kantor saya membuat surat itu, permohonan pemberhentian sementara,” ujar Bambang Widjojanto saat jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Senin (26/1/2015).

Bambang Widjojanto pun menyebut hal ini lantaran dia telah dinyatakan sebagai tersangka oleh Bareskrim. “Isi surat yang saya sampaikan karena saya mendapatan surat panggilan sebagai tersangka dan untuk diperiksa tanggal 26 Januari. Saya telah dikualifikasi sebagai tersangka,” katanya. Meski demikian, Bambang tetap yakin tidak pernah bertindak seperti yang disangkakan oleh Bareskrim Mabes Polri yaitu mengarahkan saksi-saksi untuk memberikan keterangan palsu. “Jadi saya meyakini, kasus ini ditujukan untuk diada-adakan, ini rekayasa. Faktanya fiktif. Saya meyakini itu,” tegasnya.

Saat ini, surat permohonan pengunduran diri Bambang Widjojanto sudah diserahkan ke Pimpinan KPK. Dan ketiga Pimpinan KPK itu Abraham Samad, Zulkarnaen, dan Adnan Pandu Praja sedang melakukan rapat untuk menentukan nasib Bambang di KPK. “Biar pimpinan menentukan lebih lanjut. Karena saya sebagai komisioner kolegial. Saat ini Pimpinan KPK sedang rapat,” terang Bambang Widjojanto.
Pria yang karib disapa BW itu mengaku ikhlas mundur dari jabatannya pasca-penetapan dirinya sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri. “Kalau saya harus menjadi korban agar proses pemberantasan korupsi menjadi kuat, saya akan ikhlas. Tapi saya yakin, proses pemberantasan korupsi akan terus berjalan,” ucap Bambang Widjojanto.

BW menilai, ada pihak-pihak yang ingin menghancurkan KPK. Hal ini karena, menurut dia, apa yang tengah terjadi antara KPK dan Polri sang sistematik. “Saya ingin mengatakan, ini penghancuran. Karena sistematik sekali. Ini bukan pelemahan lagi, tapi penghancuran,” ucap Bambang Widjojanto.

Keputusan mundur Bambang Widjojanto ini layak diapresiasi. Setidaknya bisa menjadi contoh bagi Calon Kapolri, Komjen Budi Gunawan yang tetap ngotot maju kendati sudah ditetapkan tersangka oleh KPK karena kasus rekening gendut. (lp6)