Terpatkan Cash Pooling, Semen Indonesia Gandeng 4 Bank Nasional

 

Terpatkan Cash Pooling, Semen Indonesia Gandeng 4 Bank Nasional
Dirut Semen Indonesia Dwi Soetjipto (tengah) diapit direktur dari empat Bank antara lain Bank Mandiri, BRI, BNI dan CIMB Niaga serta Direktur Keuangan Semen Indonesia dan Direktur Keuangan Semen Tonasa, usao penandatanganan MoU Cash Pooling.

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, Holding Company (Holdco) Semen Padang, Semen Gresik, Semen Tonasa dan Thang Long Cement, terus memantapkan langkahnya menjadi strategic holding. Sebagai salah satu tindak lanjut atas aksi transformasi bidang keuangan, perseroan ini pada Kamis (28/8/2014) menjalin kerja sama system cash pooling dengan Bank Mandiri, BRI, BNI dan CIMB Niaga.

Kerja sama itu ditandatangani direktur utama masing-masing korporasi di Balai Kartini Jakarta. Cash pooling adalah pengelolaan dana seluruh anak perusahaan peserta pooling yang mempertimbangkan kebutuhan operasional peserta pooling, capex secara grup, dan pendanaannya, di mana peserta pooling bertanggung jawab terhadap pengelolaan dana operasional yang digunakan untuk kebutuhan modal kerja dan bilamana terjadi excess cash pada dana operasional peserta pooling maka kelebihan dana tersebut ditransfer dan di-pool pada rekening cash pooling yang dikelola holding company.

Dirut Semen Indonesia Dwi Soetjipto mengatakan, Semen Indonesia akan mulai melakukan implementasi program ini untuk mengoptimalkan pengelolaan excess cash grup melalui system sash pooling pada bulan September 2014.

Saat ini, katanya, pengelolaan likuiditas yang meliputi pengelolaan modal kerja maupun excess cash masih dikelola masing-masing operating company (Opco). Diharapkan sistem cash pooling ini dapat meminimalkan biaya keuangan dan memaksimalkan return atas excess cash secara grup.

“Setidaknya ada tiga hal yang menjadi kewenangan holding company dengan diimplementasikannya sistem ini, di antaranya fungsi merencanakan, mengatur, menetapkan, dan melakukan investasi strategis atas excess cash grup. Selain itu, memanfaatkan dan menempatkan excess cash grup pada national pooling, shareholder loan, intercompany loan, serta lainnya. Yang terakhir holding company menetapkan counterparty dalam bekerjasama untuk implementasi cash pooling,” tegas Dwi Soejipto. 

Kewenangan holding company dengan diimplementasikannya sistem ini, di antaranya fungsi merencanakan, mengatur, menetapkan, dan melakukan investasi strategis atas excess cash grup. Selain itu, memanfaatkan dan menempatkan excess cash grup pada national pooling, shareholder loan, intercompany loan, serta lainnya. Yang terakhir holding company menetapkan counterparty dalam bekerjasama untuk implementasi cash pooling,” tegas Dwi

Dengan diberlakukannya sistem cash pooling ini, opco akan lebih fokus pada pengelolaan dana operasional untuk modal kerja, termasuk mengelola likuiditas operasional dan investasi nonstrategis (jangka pendek).

Dwi menjamin bahwa pemberlakuan sistem ini tidak akan berpengaruh terhadap kepemilikan dana dan aset milik opco, karena secara legal dana dan aset tersebut masih dimiliki opco. (ram)