Terminal Teluk Lamong Awal Otomatisasi Pelabuhan di Indonesia

Terminal Teluk Lamong Awal Otomatisasi Pelabuhan di Indonesia
(Dari kiri) Direktur Utama TTL Prasetyadi, Direktur Utama Pelindo III Djarwo Surjanto, Presiden Direktur Gaussin Christophe Gaussin, dan juga Elvio Simonetti dari Dock IT pada saat penandatangan kerjasama. foto:humas pelindo III

PT Terminal Teluk Lamong (TTL), anak perusahaan dari Pelindo III bersama Gaussin SA kembali bekerjasama untuk mengembangkan otomatisasi terminal. Gaussin Manugistique ialah perusahaan teknik handling dan logistik dari Prancis. Perusahaan ini bergerak di empat pasar yang sedang berkembang pesat, yaitu energi, transport, lingkungan dan bahan mentah dengan portfolio referensi seperti DP World, CAT, Exxonmobil Chemical, Thyssen Krup, AKZO Nobel, dan lainnya.

Sebelumnya pada Maret 2013, Pelindo III dan Gaussin sudah memulai kerjasamanya berupa suplai 50 unit Automated Terminal Tractor (ATT) Lift Diesel dan sekaligus docking station-nya. Peralatan tersebut kini sudah beroperasi di Terminal Teluk Lamong, Surabaya.

Bertempat di Kantor Pusat Pelindo III, pada 30 Desember 2014 lalu telah ditandatangani kerjasama lanjutan tersebut oleh Direktur Utama Pelindo III Djarwo Surjanto, Direktur Utama TTL Prasetyadi dan Presiden Direktur Gaussin Christophe Gaussin. Letter of intent tersebut menjadi awal tes otomatisasi dan simulasi untuk Terminal Teluk Lamong. Otomatisasi diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan keselamatan kerja di terminal.

 Djarwo Surjanto dan Christophe Gaussin bertegur salam akrab dalam bahasa Indonesia. “Selamat datang di Indonesia. Thank Gaussin team for cooperation that has been given so far. I have a strong belief that our partnership will have prosperous future,” tanggapan Djarwo terkait kerjasama ini.

“Selamat pagi Surabaya. We are delighted to participate in the ambitious development leads by Pelindo is State company in Indonesia by contributing to increase the Productivity and Safety of Port terminal, Logistics centers and Airports with state of the Arts Green Technologies,” ujar Christophe Gaussin.

Kerjasama baru di antara dua pemain besar kepelabuhanan ini guna mengantisipasi kebutuhan atas otomatisasi kerja operasional logistik dan infrastruktur yang diperlukan untuk mendorong perekonomian. Joint venture otomatisasi pelabuhan di antara keduanya juga untuk perakitan, komersialisasi, pemasaran, distribusi alat di TTL yang salah satunya berupa ATT dan docking system.

Terminal Teluk Lamong Awal Otomatisasi Pelabuhan di Indonesia
Automated Terminal Tractor (ATT) di Terminal Teluk Lamong, Surabaya. foto:humas pelindo III

Kerja sama tersebut membuat Terminal Teluk Lamong menjadi awal dari pelabuhan bersistem otomatis di Indonesia. Kemampuan otomatisasi tersebut sesuai untuk diterapkan pada teknologi di pelabuhan, gudang logistik, dan bandar udara. Hal ini dipandang sangat potensial seiring komitmen pemerintah Indonesia untuk mendorong pengembangan sektor logistik di negara berkekuatan belasan ribu pulau itu.

Otomatisasi alat yang dilakukan di TTL dilengkapi dengan sistem manajemen transportasi berupa software sehingga dapat menambah kecepatan dan keakuratan dalam proses operasional “Dengan semakin canggihnya peralatan dan sistem maka TTL dapat mewujudkan komitmen menjadi semi-automatic terminal di Indonesia,” kata Direktur Utama TTL Prasetyadi.

Dengan dilaksanakannya proses kerjasama ini, visi Pelindo III untuk membuat sebuah terminal dengan konsep zero waiting time benar-benar terwujud dan diharapkan dapat semakin mempercepat proses pelayanan. (wh)