Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Perak Resmi Beroperasi

Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Perak Resmi Beroperasi
Menteri BUMN Dahlan Iskan meresmikan Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Kamis (2/10/2014).

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan meresmikan dioperasikannya Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Kamis (2/10/2014). Ini juga menandai terminal penumpang sebagai pelabuhan selayaknya bandara.

“Ini sejarah baru bagi Indonesia khususnya Surabaya. Karena dengan diresmikannya terminal penumpang ini maka akan membuat pelabuhan Tanjung Perak layaknya bandara. Naik kapal pun bagai naik pesawat,” kata Dahlan Iskan saat memberi sambutan di Terminal Penumpang.

Menurut Dahlan, diresmikannya pelabuhan rakyat ini juga menunjukkan bahwa Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya bertaraf internasional. Bahkan terminal penumpang yang di-design layaknya bandara dengan konsep modern ini juga dilengkapi dua unit garbarata boarding bridge.

“Pelabuhan Ini menghubungkan penumpang dari terminal penumpang ke kapal dengan fasilitas layaknya lorong yang dapat bergerak secara horizontal dan vertikal. Jadi bisa disesuaikan dengan masing-masing dek kapal,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Bambang Susantono juga menyambut baik adanya modernisasi terminal penumpang Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Menurutnya saat ini sudah memasuki era serba elektrik dan modern.

“Sekarang kan eranya berbeda. Kalau kita tidak mampu bersaing, kita pasti akan tertinggal. Kita juga harus memenuhi kebutuhan penumpang tentang kenyamanan,” ujarnya.

Di sisi lainnya, Direktur Utama Pelindo III (Persero) Djarwo Surjanto menambahkan, pembangunan terminal penumpang ini menelan biaya Rp 160 miliar. Ini untuk mengantisipasi pertumbuhan jumlah penumpang kapal laut di Surabaya.

“Terminal ini ada tiga lantai dengan luas 16.120 meter persegi. Kapasitasnya pun layaknya bandara yakni mencapai 4 ribu penumpang,” bebernya.

Terminal penumpang laut pertama di Indonesia yang menggunakan  sistem garbarata ini juga dilengkapi berbagai fasilitas modern. Di antaranya green architecture, ramah lingkungan, occupancy sensor, pendingin ruangan, dan hemat energi lantaran menggunakan lampu LED dengan sistem diming.

Tak hanya itu, gedung terminal tersebut juga menggunakan sistem sewage treatment plant (STP) yaitu sistem air yang dapat mendaur ulang air limbah.

“Hasil daur ulang itu digunakan untuk air flushing toilet,” cetusnya.

Menurut Djarwo, setelah dioperasikannya terminal penumpang baru ini juga menandai tidak akan ada antrean dan penumpukan penumpang di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

“Pada semester pertama ini saja penumpang melonjak 17 persen menjadi 286.078 orang,” ujarnya. (wh)