Terminal 3 Bandara Juanda segera Dibangun

 

Terminal 3 Bandara Juanda segera Dibangun

PT Angkasa Pura I berencana membangun Terminal 3 Bandara Juanda. Sedianya, Terminal 3 tersebut bakal diresmikan pada 2017, usai Terminal 2 telah resmi digunakan tahun ini.

Hal itu diungkapkan Syahroni Manager Operasional Juanda dalam Perspective Dialogue di Radio Suara Surabaya bersama Kresnayana Yahya, Jumat (13/6/2014).

“Pembangunan T3 sendiri telah selesai diwacanakan bersama Gubernur Jawa Timur Soekarwo. Akan dibuat terminal 3 dan 4 juga runway pesawat. Kami sudah koordinasi dengan Gubernur Jatim 2017 bahwa T3 sudah beroperasi,” katanya,

Ditargetkan terjadinya kenaikan pergerakan pesawat dan penumpang sebanyak 870. 680 juta. Terdiri dari 89 persen penumpang domestik dan 11 persen penumpang internasional. 

Masalah yang sering muncul biasanya muncul dari operator penerbangan. Seperti delay akan terjadi penumpukan penumpang.

“Untuk penumpukan di gate atau pintu penumpang karena banyak prosedur. Maksimal 3 menit penumpang harus selesai melewatinya. Biasanya karena ada pemeriksaan akhirnya membutuhkan waktu 8 menit,” jelasnya.

Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya mengatakan, di Bandara Internasional Juanda sendiri tingkat pelanggan sudah banyak. Penumpang dari Surabaya ke Banyuwangi merupakan suatu terobosan untuk mengurangi pemakaian mobil di jalur darat.

“Bandara berperan besar untuk mengurangi ketegangan orang dan kemacetan di jalan. Ini akan membuat bisnis dapat berkembang,” katanya.

Menurut dia, sudah waktunya makanan fresh dapat naik ke pesawat. Dicontohkannya seperti ikan di Banyuwangi yang berlebih dapat masuk ke Surabaya melalui cargo. Perhiasan dan barang hi-tech dapat tersalurkan melalui jasa penerbangan.

“Ini yang membuat perekonomian di daerah dapat tumbuh secara bagus bila pesawat melayani tempat terkecil,” sambungnya.

Yanus Suprayogi, Co General Manager Angkasa Pura, mengatakan pihaknya telah mempersiapkan berbagai hal. Bandara Juanda sendiri, menurut managemen, tidak hanya melayani buat terbang saja. Tetapi telah dibuat tempat meeting point yang berjumlah 200 orang. Untuk pelaksanaan umroh full di T1 karena kalau memakai T2 sudah tidak bisa.

Juga beragam fasilitas kini juga telah dikebut pembangunannya untuk akses jalan T1 ke T2 dalam 3 bulan lagi dinyatakan selesai.  Suhu ruangan tidak boleh 24 derajat dan faktor keselamatan penerbangan diutamakan.

“Orang tidak perlu lagi antre karena luasnya bandara Juanda,” tandas Yanus. (ram/wh)