Terlilit Beban Utang, XL Jajaki Penjualan Menara

Terlilit Beban Utang, XL Jajaki Penjualan Menara

PT XL Axiata Tbk (EXCL) menjajaki kembali rencana penjualan menara telekomunikasi untuk memangkas beban utang menumpuk akibat akuisisi PT Axis Telekom Indonesia. Saat ini, XL memiliki 8.500 menara. Jika termasuk Axis, jumlah menara perseroan bisa mencapai 10 ribu unit.

“Penjualan menara masih menjadi salah satu pilihan kita,” kata Presiden Direktur XL Hasnul Suhaimi di Jakarta. Rencana penjualan menara XL sudah digulirkan sejak lama.

Namun, pada 2012, perseroan Membatalkan rencana tersebut, karena tidak ada kesepakatan dengan calon pembeli.

XL berniat menjual 8.000 menara dengan nilai ditaksir mencapai Rp 14 triliun. Rencana itu kini dihidupkan kembali, karena XL harus meminjam dana sebesar US$ 865 juta atau sekitar Rp 10,5 triliun untuk mengakuisisi 95% saham Axis. Pinjaman itu berasal  dari induk usaha XL, yaitu Axiata Group Bhd, sebesar US$ 500 juta dan pinjaman bank senilai US$ 365 juta.

Dikabarkan sebelumnya XL juga mendapat pinjaman senilai 300 juta dolar AS atau setara Rp 3,6 triliun dari Development Bank of Singapore. Perseroan akan menggunakan fasilitas kredit tersebut untuk pembiayaan kembali utang dan keperluan belanja modal (capital expenditure/capex) tahun ini.

Direktur Utama XL Hasnul Suhaimi sebelumnya mengakui, capex perseroan tahun ini lebih rendah ketimbang tahun lalu yang mencapai Rp 8–9 triliun.

“Merger-akuisisi XL dan Axis bakal meningkatkan infrastruktur operator secara signifikan,” tandasnya meyakinkan. (bh/berbagai sumber)