Terkendala Distribusi, Harga Cabai Surabaya Meroket

Terkendala Distribusi, Harga Cabai Surabaya Meroket

 

Bencana lutusan Gunung Kelud dan banjir di sejumlah daerah di Jatim berpengaruh terhadap harga barang di Surabaya. Ini setelah beberapa komoditas mengalami kenaikan di pasaran.

Hasil penelusuran enciety.co, harga cabai baik cabai kriting maupun cabai rawit termasuk yang paling terkena dampak bencana dengan kenaikan hingga 200 persen.

Soimah, salah seorang pedagang Pasar Wonokromo Surabaya, mengatakan bila kenaikan harga cabai rawit merah sudah berlangsung lima hari lalu.

“Kiriman terlambat karena daerah penghasil cabai sedang dilanda bencana, Mas,” katanya, Sabtu (22/2/2014).

Ia merinci harga cabai rawit yang sebelumnya Rp 20 ribu per kg naik menjadi Rp 60 ribu per kg. Sedangkan cabai kriting perkilonya Rp 55 ribu per kg dari Rp 30 ribu per kilonya.

Diakuinya, meski harga tinggi namun dirinya tetap tidak kehilangan pelanggan ataupun konsumen yang membeli ditempatnya.

“Kalau untuk pelanggan seperti pedagang nasi padang atau pedagang nasi lainnya mereka tetap beli walaupun grundel,” ujarnya sambil tertawa.

Kenaikan harga cabai merah juga terjadi di Pasar Keputran. Dalam beberapa hari terakhir harga cabai rawit merah atau cabai gila naik rata-rata 50 persen dari harga jual sebelumnya.

Sementara itu Ipeh salah satu pembeli saat dijumpai di pasar Wonokromo membenarkan bila sekarang harga cabai mahal.

“Biasanya bisa beli eceran Rp 2.000, sekarang sudah tidak bisa lagi,” tutur Ipeh.(wh)