Terkait Kurikulum, Dispendik Jatim segera Lakukan Pendataan

Terkait Kurukulum, Dispendik Jatim segera Lakukan Pendataan

Pemilihan kebebasan kurikulum yang akan diajarkan di masing-masing sekolah oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), membuat Dinas Pendidikan (Dispendik) Jawa Timur menyesuaikan diri.

Seperti diketahui, ada dua kurikulum pendidikan yang berlaku di Indonesia untuk tahun ajaran 2015-2016. Yaitu, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) KTSP 2006 dan Kurikulum 2013 (K-13).

Kepala Dispendik Jawa Timur Saiful Rachman mengatakan, dengan adanya dua kurikulum tersebut, maka pemerintah punya dua pekerjaan sekaligus. Salah satunya harus menyediakan dua tipe soal UN tahun 2016 mendatang.

“Jadi tidak hanya harus membuat dua tipe buku panduan pembelajaran dengan berlakunya dua kurikulum ini. Namun juga harus membuat dua tipe soal Ujian Nasional (UN) 2016 mendatang. Ini sekarang sedang proses pendataan sekolah yang akan pakai KTSP atau K-13,” kata Saiful, Senin (3/8/2015).

Menurut dia, proses pendataan itu sudah dilakukan waktu awal sekolah memutuskan kurikulum yang berlaku. Sekolah-sekolah harus langsung mengisi data di setiap masing-masing Dinas Pendidikan Kabupaten atau Kota terhadap kurikulum yang dipilihnya.

Setelah itu, Dispendik Kota/Kabupaten langsung melaporkan data sekolah yang pakai KTSP dan K-13 ke Dispendik Jatim dan Kemendikbud.

Meski peraturan untuk UN ini sudah turun dari Kemendikbud, akan tetapi Dispendik Jatim mengaku masih belum menyosialisasikan kebijakan baru ini ke Dispendik Kota/Kabupaten atau sekolah-sekolah di Jatim.

“Belum disosialisasikan. Sesegera mungkin akan kita sosialisasikan,” tandas dia. (wh)