Terkait Global Bond, Pelindo III Tak Butuh Hedging

Terkait Global Bond, Pelindo III Tak Butuh Hedging

PT Pelabuhan Indonesia III tidak membutuhkan hedging (lindung nilai) setelah mendapatkan global bond sebesar USD500 juta atau setera dengan Rp 6,09 triliun, dengan kurs USD1 setara Rp12.195.

Corporate Secretary PT Pelabuhan Indonesia III, Yon Irawan  menegaskan, secara korporasi perusahaan masih mampu mengembalikan pokok utang dan bunga.

Yon Irawan yang dijumnpai di ruang kerjanya mengakui, sumber pendapatan Pelindo III juga dalam mata uang asing. Dimana komposisi pendapatannya 60 persen dalam rupiah, sedangkan sisanya bersumber dari dollar Amerika Serikat.

“Saya kira, Pelindo III belum membutuhkan hedging, karena masih memiliki kemampuan membayar hutang sesuai jatuh tempo,” tegas Yon. Global bond atau obligasi global yang didapat Pelindo III memiliki fixed rate 4.875 persen dengan masa pembayaran hutang selama 10 tahun.

Menurutnya sejauh ini belum ada ketentuan atau peraturan perusahaan BUMN wajib mengajukan hedging bila mendpatkan  hutang dari luar negeri. Hedging sendiri memiliki kelebihan dan kekurangan sesuai dengan sumber pendanaan dan belanja modal perusahaan.

Kelebihan hedging menurut pria kelahiran Semarang Jawa Tengah itu, bila perusahaan dalam posisi untung dianggap wajar, karena membayar hutang menggunakan lindung nilai. “Kekurangannya bila perusahaan seperti BUMN rugi, apakah itu kategori kerugian negara atau perusahaan,” lanjutnya.

Hedging sendiri sejauh ini belum ada ketetapan dari pemerintah apakah perlu mengajukan atau tidak. Sebab belum ada ketentuan dari Kementerian Keuangan penerapan transaksi lindung nilai bagi perusahaan BUMN yang ingin melakukan pinjaman luar negeri.

“Untuk belanja modal seperti pembelian peralatan kita menggunakan dollar, karena belum ada industri domestik yang memiliki perlatan bongkar muat berteknologi tinggi,” paparnya. Kecuali untuk belanja modal didalam negeri, Pelindo III  menggunakan kurs rupiah. Seperti pembangunan dermaga, perluasan lapangang penumpukan, dan pembangunan infrastruktur lainnya. (wh)