Terkait, Discourse Analysis, BEI Minta Emiten Lebih Transparan

Terkait, Discourse Analysis, BEI Minta Emiten Lebih Transparan

Direktur PT Bursa Efek Indonesia, Hamdi Hassyarbaini, Rabu (22/3/2017). foto: arya wiraraja/enciety.co

Revisi Peraturan Menhub (PM) 32/2016 yang akan segera berlaku pada 1 April 2017 mendatang, ternyata menghadirkan imbas positif bagi para emiten atau perusahaan jasa transportasi yang terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia (BEI).

Direktur Surveillance and Compliance PT BEI Hamdi Hassyarbaini menjelaskan, sebagai pihak yang menyelenggarakan dan menyediakan sistem atau sarana untuk mempertemukan penawaran jual dan beli efek modal, pihaknya mengimbau untuk lebih transparan menyampaikan perkembangan perusahaannya dalam lantai bursa saham.

“Keterbukaan penyampaiaan discourse analysis sangat penting dilakukan para emiten atau perusahaan yang terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia. Hal tersebut sangat penting bagi masyarakat atau para calon investor yang akan berinvestasi,” urai Hamdi Hassyarbaini ketika ditemui enciety.co di Kantor Cabang PT BEI Perwakilan Surabaya, Jalan Basuki Rahmat Surabaya, Rabu (22/3/2017).

Kata dia, keterbukaan penyampaian discourse analysis memang harus dilakukan. Ini sesuai tata aturan yang berlaku dalam konteks berinvestasi. Sebagai pihak yang menyelenggarakan dan menyediakan sistem atau sarana untuk mempertemukan penawaran jual dan beli efek modal, sudah menjadi tugas BEI menjamin keterbukaan penyampaian discourse analysis para emiten.

“Menjamin keterbukaan penyampaian discourse analysis itu juga menjadi salah satu tugas kami. Sebab, ke depan kami tidak ingin masyarakat atau para calon investor kecewa dengan langkahnya untuk berinvestasi kurang tepat,” tutur Hamdi.