Terispirasi PE, Johanes Dulang Jutaan Rupiah Jualan Nasi Remix

Terispirasi PE, Johanes Dulang Jutaan Rupiah Jualan Nasi Remix

Johanes Hadianto Hubert, foto: arya wiraraja/enciety.co

Ide membuat nasi campur itu tercetus saat ia sering dia diajak mamanya ke pelatihan Pahlawan Ekonomi (PE) di Kaza City, awal 2016. Pelatihan tersebut diadakan tiap minggu. Di sana, Johanes tertarik dengan materi membuat nasi campur.

“Saya berkonsultasi dengan mama dan akhirnya saya membuat nasi campur yang telah dimodifikasi. Saya beri nama nasi remix,” ujar dia, mengenang.

Nasi remix Johanes itu di dalamnya terdapat aneka ragam lauk-pauk yang menggoda selera. Di antaranya, rolade daging sapi, ayam pop, kentang crispy dan tahu-tempe black pepper.

“Untuk satu kotak nasi remix saya bandrol dengan harga Rp 10 ribu,” cetusnya.

Awal merintis, Johanes lebih banyak menitipkan produknya di kantin kampus dan beberapa kantin sekolah di Kota Surabaya. Hasilnya lumayan. Ia mulai menduolang rupiah dari penjualan nasi remix. Yakin dengan usahanaya, Yohanes terus mengembangkan dengan mencari banyak referensi. Juga meminta masukan dari para mentor Pahlawan Ekonomi.

Setelah menjual secara konvensional, Johanes mulai menjual produk nasi remix-nya dunia digital. Di antaranya Facebook, Twitter, Instagram dan WhatsApp.

Johanes mengaku, langkahnya berjualan via dunia digital sangat berpengaruh mendongkrak omzet penjualan. Saat ini, sekitar 80 persen penjualan yang ia lakukan berasal dari dunia digital.

“Setiap hari sedikitnya 30-50 kotak nasi remix terjual. Paling banyak pesanan datang dari Facebook dan Instagram. Selain itu, saya sekarang juga sudah memiliki langganan tetap di beberapa kantin sekolah di Surabaya. Saya sangat bersyukur sekali,” tutur dia.

Johanes terbilang kini telah berhasil mengumpulkan omzet sekitar Rp 10 juta dalam sebulan. “Sekarang saya telah berubah pikiran. Saya tak ini jangi pegawai BUMN. Saya ini fokus mengembangkan usaha. Sangat disayangkan sekali jika usaha yang telah saya rintis ini tidak berlanjut,” tutup dia. (wh)