Terimbas Rupiah, Penjualan Hewan Kurban Menurun

Terimbas Rupiah, Penjualan Hewan Kurban Menurun
Abdul Rahman dan ternak sapi hewan kurbannya di Jalan Kenjeran Surabaya, Minggu (20/9/2015). arya wiraraja/enciety.co

Penjualan hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha 2015, mengalami penurunan omzet dibanding tahun 2014 lalu. hal ini dipengaruhi oleh lesunya perekonomian Indonesia beberapa waktu terakhir.

Abdul Rahman (50), Pedagang hewan kurban mengatakan jika pada H-3 Hari Raya Idul Adha tahun 2014 lalu ia dapat menjual 170 hewan kurban dengan omzet miliaran rupiah.

“Beda dari tahun lalu, H-3 Hari Raya Idul Adha 2015 ini kami hanya dapat menjual 120 hewan qurban,” ungkapnya pada enciety.co di lapaknya di Jalan Kenjeran Surabaya, Minggu (20/9/2015).

Kata dia, banyak dari pelanggannya yang pada tahun lalu membeli hewan qurban lebih dari 2 ekor hewan, sedang pada tahun ini rata-rata mereka hanya membeli 1 ekor hewan kurban saja. Meski dirinya masih menargetkan penjualannya melebihi rekor penjualan tahun lalu, yakni 200 ekor.

Sapi kurban yang ia jual telah dibagi menjadi beberapa tipe yang di kategorikan berdasar pada berat hidup dari sapi-sapi tersebut. Di antaranya adalah tipe A, tipe 1,tipe 2, tipe 3 hingga level 7.

“Sapi kurban tipe A kami bandrol dengan harga Rp 17,5 hingga Rp 18 juta, sedangkan tipe 1 kami bandrol dengan harga Rp 16,5 hingga Rp 17 juta, begitu pula seterusnya,” urai Rahman yang kesehariannya berprofesi sebagai peternak sapi berlebel Aba itu.

Ia juga menjelaskan, strategi promosi yang dia kembangkan adalah dengan memberikan fasilitas tambahan pada pelanggan berupa pemeliharaan dan pemberian pakan rumput selama 7 hari, pemeriksaan dokter hewan untuk menjaga kesehatan hewan kurban hingga hari H, mencetak tas plastik tempat daging yang akan dibagikan, mencetak kupon daftar penerima daging qurban dan lain sebagainya.

“Selain itu, kami juga menyiapkan strategi pemasaran berupa cashback Rp 1.050.000 pada setiap pembelian hewan ternak kurban kami dengan tipe apapun,” papar pria asal Madura itu.

Rahman berharap, dengan strategi bisnis yang dia jalankan, sapi-sapi merah asal Madura yang ia jual dapat ludes terjual ketika hari H Idul Adha. “Memang bisnis hewan kurban ini kebanyakan larisnya saat-saat mendekati hari H, ya mudah-mudahan saja, mas,” ucap dia. (wh)