Terimbas Paket Kebijakan Ekonomi, Investasi Surabaya Turun

Terimbas Paket Kebijakan Ekonomi, Investasi Surabaya Turun
Kepala BKPM Surabaya Eko Agus Supriyadi. foto: arya wiraraja/enciety.co

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Surabaya Eko Agus Supriyadi mengatakan, ada perlambatan pertumbuhan investasi di Surabaya pada triwulan ketiga pada tahun 2015. Keadaan ini disebabkan oleh beberapa kebijakan pemerintah pusat yang berimbas pada keadaan perekonomian yang ada di daerah.

“Penurunan nilai investasi tersebut terjadi pada bidang investasi daerah pada triwulan ke tiga di tahun 2015 ini. Kami mencatat pada tahun 2014 ada Rp 27,129 triliun. Namun, pada periode yang sama di tahun 2015 ini ada Rp 15,095 triliun jadi ada perlambatan 44 persen,” urai dia pada enciety.co, Senin (23/11/2015).

Dia lalu menjelaskan, ada peningkatan pada nilai investasi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDM). Pada triwulan ketiga tahun 2014, kami mencatat ada Rp 874,87 miliar, namun pada tahun 2015, ada Rp 970,85 miliar. “Jadi ada kenaikan sebesar 10,97 persen jika dibanding tahun lalu,” papar dia.

Kata dia, keadaan perlambatan pada bidang investasi daerah tersebut disebabkan adanya kebijakan dari pemerintah pusat yang tertuang dalam beberapa paket kebijakan ekonomi.

“Selain itu, melemahnya nilai tukar rupiah yang terjadi pada beberapa waktu yang lalu juga menyebabkan lesunya dunia investasi pada tahun ini terutama pada triwulan ketiga,” jelasnya.

Dia mengimbuhkan, jika kebanyakan para pengusaha yang akan menginverstasikan modalnya saat ini masih menunggu perkembangan perekonomian nasional.

“Ke depan, tepatnya pada triwulan keempat, kami memprediksi, nilai investasi pada semua bidang bakal naik. Pada tahun 2014, total nilai investasi pada kurun waktu yang sama mencapai Rp 28,33 triliun, jika dibandingkan pada tahun 2015, pada triwulan ketiga saat ini nilai investasi mencapai Rp 16 triliun. Ke depan, tepatnya pada triwulan keempat, kami optimis angka tersebut bakal naik seiring menguatnya perekonomian nasional,” papar dia. (wh)