Terimbas Dolar, Investasi Apartemen Sumatera 36 Melonjak

Terimbas Dolar, Investasi Apartemen Sumatera 36 Melonjak

 

Kendati harga bahan bangunan terus melambung akibat fluktuasi Dolar AS, namun PT Intiland Grande, anak usaha Intiland Group, tetap berkomitmen menyelesaikan Apartemen Sumatera 36 tepat waktu. Bahkan topping off sudah dilakukan kemarin.

Wakil Presiden Direktur dan COO PT Intiland Development Sinarto Dharmawan mengatakan, kenaikan Dolar AS memang membuat harga material bangunan melonjak tajam. Apalagi, Sumatera 36 yang membidik kelas atas, sebagian materialnya masih impor. Sehingga berpengaruh pada investasinya.

“Investasinya naik 15 persen akibat kenaikan dolar. Namun pembangunan masih on the track. Mungkin 5-6 bulan ke depan sudah selesai dan bisa dihuni,” kata Sinarto kemarin usai topping off Sumatera 36, Kamis (27/2/2014).

Ditambahkan, Apartemen Sumatera 36 membidik kelas atas. Sebab itu, bangunan setinggi 12 lantai hanya dibikin 63 unit saja. Sumatera 36 juga untuk memenuhi kebutuhan sebagian orang yang ingin tinggal ditengah.

“Sekarang susah mencari rumah di Jalan Sumatera di bawah Rp 15 miliar. Sumatera 36 bisa menjadi pilihan. Konsepnya skala rumah sehingga nyaman dan privasi,” tambahnya.

Marketing Direktur Harto Laksono, menambahkan, pasar apartemen kelas atas memang tidak sebesar kelas middle dan low, namun tetap ada dan tumbuh. Dia optimistis sisa 20 unit dari total 63 unit akan habis tahun ini. Harganya mulai Rp 3 miliar.

“Kami kembangkan 3 tipe yakni 2 bedroom standard dan mewah, 3 bedroom dan penthouse. Tahun ini kami yakin akan sold out,” katanya.

Dia mengaku, Apartemen Sumatera 36 juga sangat potensial sebagai ajang investasi. Terbukti, harganya sudah naik beberapa kali dengan akumulasi kenaikan harga 70 persen.

“Dengan begitu, yang beli pada awal launching sekarang bisa menikmati hasilnya,” kata Harto Laksono. (wh)