Terima Hibah, Rektor ITS Tantang Jurusan Teknik Elektro Lebih Berinovasi

Terima Hibah, Rektor ITS Tantang Jurusan Teknik Elektro Lebih Berinovasi

Terima Hibah, Rektor ITS Tantang Jurusan Teknik Elektro Lebih Berinovasi

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS ) Surabaya kembali mendapat perhatian khusus dari dunia industri untuk mengembangkan kemajuan teknologi. Hal ini diwujudkan dengan pemberian hibah Trafo Distribusi 20 kV kepada Jurusan Teknik Elektro ITS oleh PT Bambang Djaja (B&D), Jumat (28/10/2016).

Penyerahan hibah dilakukan langsung oleh Henry Suyitno, Chief Finance Officer PT Bambang Djaja, kepada Rektor ITS Prof Ir Joni Hermana MScES PhD di Gedung AJ- 202 Jurusan Teknik Elektro ITS. Kerja sama antara ITS dengan PT Bambang Djaja sebenarnya sudah berlangsung sejak dua tahun lalu. Kerja sama ini berupa penelitian dan riset seputar trafo, kuliah praktek dan penelitian untuk Tugas Akhir (TA).

Acara pemberian hibah trafo ini juga dihadiri oleh Ketua Jurusan Teknik Elektro, sejumlah alumni Teknik Elektro ITS dan juga mahasiswa Jurusan Teknik Elektro ITS yang mengikuti kuliah tamu.

Pemberian hibah ini sebagai wujud dukungan perusahaan untuk memajukan kesejahteraan Indonesia.
Dalam sambutannya, Henry mengatakan, perusahaannya ingin bekrontribusi pada bangsa Indonesia dengan menyokong berbagai perguruan tinggi di Indonesia, salah satunya adalah ITS. “Pemberian trafo ini kiranya memberikan dampak positif pada proses pembelajaran baik bagi mahasiswa maupun dosen,“ ujarnya.

Senada dengan Henry, rektor ITS mengatakan bahwa saat ini ITS sedang menggalakkan semua sivitas akademikanya untuk bisa membuat produk sendiri dalam membantu meningkatkan perekonomian Indonesia.

“Seperti halnya PT Bambang Djaja yang membuat trafo sendiri, ITS juga mampu membuat Gesits, motor listrik garapan ITS,” jelas Joni bangga.

Joni bercerita, pembuatan trafo oleh PT Bambang Djaja adalah hasil kerja sama dengan Taiwan selama dua tahun  hingga akhrinya dapat menciptakan trafo sendiri. “Ini merupakan contoh nyata yang patut ditiru oleh Jurusan Teknik Elektro, yakni menciptakan inovasi baru, bahkan kalau bisa ke depannya menciptakan trafo sendiri,” ujarnya.

Guru Besar Teknik Lingkungan tersebut pun menantang para mahasiswa Teknik Elektro untuk menciptakan produk-produk baru hasil buatan sendiri. Contohnya, tugas akhir mahasiswa yang berupa terobosan produk baru.

“Produk ITS, Gesits, masih menggunakan produk luar negeri di bagian baterainya.  Nah, saya menunggu karya dari mahasiswa Jurusan Teknik Elektro yang nantinya dapat menciptakan baterai baru untuk Gesits.  Dengan begitu, Gesits benar-benar menjadi produk Indonesia asli,” tantangnya yang disambut tepuk tangan dari para mahasiswa.

Di akhir , Joni berpesan agar semua lulusan Jurusan Teknik Elektro ITS dapat menciptakan sesuatu yang bisa membanggakan, baik bagi ITS maupun bangsa Indonesia.

“Insya Allah jika kita mempunyai mimpi besar, semangat dan tekun pasti bisa tercapai,” pungkasnya. (wh)