Terapkan Cash Less System, Pelindo III Gandeng Bank Jatim

 

Terapkan Cash Less System, Pelindo III Gandeng Bank Jatim

PT Pelabuhan Indonesia III Cabang Tanjung Perak menggandeng Bank Jatim Tbk menerapkan cash less system untuk pelayanan pembayaran. Kerjasama ini berkaitan property corner yang dikembangkan Pelindo III Cabang Tanjung Perak dan akan dikembangkan ke jasa kepelabuhanan.

General Manager Pelindo III Cabang Tanjung Perak Eko Harijadi Budijanto untuk property corner ini berkaitan sewa persil yang dihuni warga sekitar diatas lahan 530 hektar. Luas lahan tersebut terdapat 2.500 persil yang tidak hanya dihuni warga, tetapi juga perkantoran dan tempat usaha.

“Kerjasama cash less system ini berkaitan pembayaran sewa rumah yang ada diatas hak pengelolaan lahan (HPL) seluas 530 hektar. Kerjasama ini mengatur sistem pembayaran melalui Bank Jatim untuk penyewa lahan yang kita miliki, baik rumah warga maupun tempat usaha,” katanya, Rabu (17/9/2014).

Eko Harijadi tidak menyebut nilai sewa yang diterapkan untuk penyewa lahan. Besaran sewa yang diterapkan untuk perumahan nilai jual objek pajak (NJOP) x 0,1 hingga 0,2 persen. “Nilai tersebut tidak sama untuk tepat usaha, yang kita tambah 5 persen dari sistem sewa yang diterapkan untuk rumah,” lanjut Eko.

Kerjasama cash less system dengan bank ini akan dilanjutkan untuk pelayanan jasa kepelabuhanan lainnya. Salah satunya adalah cash less system di gate sebagai akses masuk ke terminal.

Eko menambahkan, sistem ini masih dalam tahap pengembangan karena akan diupayakan bisa diterima semua bank. “Investasi yang kita siapkan sekitar Rp 2 miliar dan kita upayakan bisa terealisasi awal 2015. Saat ini, masih dalam tehap pengembangan dan sistem akan kita perbaiki agar kartu ini bisa digunakan untuk masuk ke tol. Misalnya seperti itu,” urainya.

Dasar dari pengembangan cash less system di Tanjung Perak ini untuk mengurangi peredaran uang dan mempercepat pelayanan. Sebelumnya Pelindo III Cabang Tanjung Perak sudah menerapkan cash less system untuk pembayaran dari shipping line. Dimana rata-rata sekali transaksi dari shipping line mencapai Rp 50 miliar.

Kepala Cabang Bank Jatim Tanjung Perak Umi Rodiah, menyebut benefit yang cukup besar. “Payment point atau cash less system ini nantinya tidak hanya pembayaran sewa lahan, tetapi rekening listrik, air, PBB, dan pajak lainnya bisa kita kelola dan potensinya bisa mencapai Rp10 miliar,” jelasnya. (wh)