Terapi Spa Buat Baby Blue Syndrome

Terapi Spa Buat Baby Blue Syndrome

Relaksasi yang dilakukan kepada para perempuan usai melahirkan di Herbs Spa, Rabu (8/3/2017). foto:sandhi nurhartanto/enciety.co

Perempuan yang telah menjadi seorang ibu dengan melahirkan terkadang mengalami tingkat stres yang disebut dengan baby blue syndrome. Bila mengalaminya, seorang ibu bisa mengalami depresi berat hingga ingin mengakhiri hidupnya.

Baby blue syndrome menyerang ibu-ibu pasca melahirkan. Bahkan bila parah stresnya, keinginan untuk bunuh diri sangat besar. Contoh artis yang terkena baby blue syndrome adalah broke shield,” kata Syukriya Al Katiri, pemilik Herbs Spa kepada enciety.co, Rabu (8/3/2017).

Perempuan berumur 43 tahun ini menambahkan, baby blue syndrome terbanyak dialami oleh pola hidup ibu muda yang berubah pascamelahirkan. Mereka terkadang memikirkan yang mudah ketika hamil seperti ketika punya anak kelak, ketika rewel cukup diberikan boneka.

Ternyata, buah hatinya tetap rewel hingga menyebabkan ibu muda tersebut mengalami gangguan kejiwaan. “Ketika menyerang sisi jiwa seorang ibu dan ditambah kecapekan, asupan asi bisa berhenti dan tubuh akan berubah karena menyalahkan anaknya. Di tempat ini saja, dari 10 perempuan yang datan,empat yang mengeluh depresi,” urainya.

Oleh karena itu, sambung dia, untuk mengurangi dan membantu penurunan stres ibu muda pasca melahirkan, di tempatnya menawarkan berbagai terapi. Mulai dari pelangsingan tubuh untuk ibu habis melahirkan dengan paket 15 – 30 hari hingga pemakaian spa.

Untuk pijat selama sebulan ditempatnya sendiri menurutnya, bisa menurunkan hingga 15-20 kilogram atau hingga ke bentuk normal. Juga, dengan spa atau lulur dapat mengangkat sel kulit mati dari pigmentasi akibat peningkatan hormon saat kehamilan.

“Dengan relaksasi yang memakai bahan alami tanpa bahan kimia dapat mengurangi tingkat stres pascabersalin,” ujar perempuan yang telah mendirikan tempat spa selama 13 tahun ini.

Dengan pemakaian bahan alami atau natural, memang efeknya tidak langsung, tetapi bagus untuk jangka panjang. “Pemakaian bahan kimia itu jika tidak bisa dibuang oleh tubuh, maka akan ngumpul dan bermasalah,” kata dia. (wh)