Tepis Rumor, Pemerintah Bantah Akan Naikkan Tarif Listrik

Turunkan Tarif Listrik, Ini Alasan Pemerintah

Pemerintah membantah akan menaikkan Tarif Tenaga Listrik (TTL) untuk pelanggan golongan 1.300 volt ampere (VA) dan 2.200 VA. Direktur Jenderal Ketenaga Listrikan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Jarman menjelaskan, meskipun pemerintah telah menerapkan pola tarif penyesuaian (adjusment) pada kedua golongan pelanggan tersebut sejak Januari 2015, namun sampai dengan Mei 2015 nanti pemerintah masih memberikan subsidi. “Memang telah keluar aturan mengenai kenaikan tarif listrik yang dilakukan tahun kemarin sehingga di tahun 2015 ini diterapkan tarif adjusment, bisa naik bisa turun terhadap tiga indikator yaitu Indonesia Crude Price (ICP), nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) dan inflasi,” kata Jarman.

Namun karena dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2015 masih memberi ada subsidi sebesar Rp 1,3 triliun, maka penerapan tariff listrik adjustment ditunda. Penundaan dilakukan sampai subsidi yang telah ditetapkan habis. Dalam hitungan Kementerian ESDM, dana subsidi listrik tersebut akan habis pada Mei 2015. “Sesuaia persetujuan dengan Komisi VII DPR, ada tambahan subsidi Rp 1,3 triliun untuk menunda penyesuaian,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Jarman menegaskan tidak ada kenaikan tarif listrik untuk kedua golongan tersebut, tetapi yang ada adalah penerapan tarif adjusment. Sehingga, tarif tersebut akan terpengaruh tiga faktor yaitu harga minyak Indonesia alias ICP, nilai tukar dolar AS dan inflasi.

Jika ketiga faktor tersebut menunjukan kenaikan pada dua bulan sebelumnya, maka tarif listrik kedua golongan tersebut nantinya mengalami kenaikan. “Jadi perlu diketahui tahun ini tidak ada kenaikan tarif listrik, karena kenaikan pemerintah harus mendapat persetujuan komisi VII DPR,” pungkasnya. (lp6)