Temui Pedagang Pasar Turi, Ini Sikap Risma

Temui Pedagang Pasar Turi, Ini Sikap Risma
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharaini berdiskusi dengan kuasa hukum dan pejabat Pemkot Surabaya saat menemui Pedagang Pasar Turi di lantai 6 Graha Sawunggaling Surabaya, Jumat (7/11/2014). avit hidayat/enciety.co

Setelah menemui pedagang Pasar Turi untuk mendengar usulan-usulan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini langsung mengambil sikap. Ditegaskan olehnya, jika semua upaya konsolidasi ulang dengan PT Gala Bumiperkasa buntu, pihaknya akan menempuh langkah hukum.

“Kalau pendapat dari pakar hukum kami, baik itu dari Profesor Dr. Y. Sogar Simamora berkaitan dengan perjanjian kerjasama pembangunan dan pengelolahan Pasar Turi kami memutuskan untuk melakukan negosiasi ulang dulu,” beber Risma di lantai 6 Graha Sawunggaling Surabaya, Jumat (7/11/2014).

Dalam konsolidasi tersebut, Risma pun menegaskan akan mengutamakan kepentingan pedagang yang jumlahnya mencapai 3.780 orang. “Intinya dalam konsolidasi ulang tersebut, harus ada kesepakatan antara kedua belah pihak untuk melanjutkan perjanjian dengan dituangkan dala addendum pasal 30 perjanjian kerjasama pembangunan dan pengelolahan pasar turi,” tegasnya.

Dalam pembahasan addendum ulang bersama PT Gala Bumiperkasa nantinya, Risma menegaskan sikapnya untuk membahas materi jangka waktu pembangunan, jumlah lantau dan nilai kontribusi, serta meminta dokumen pelelangan dan dokumen penawaran yang menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari kontrak. “Termasuk service charge-nya itu,” kata Risma di hadapan 500 pedaang Pasar Turi yang hadir.

Risma pun menegaskan antara pedagang dengan PT Gala Bumiperkasa memiliki hubungan hukum. Jadi bila pedagang merasa dirugikan atau tidak sesuai dengan yang disepakati dapat melakukan upaya hukum kepada PT Gala Bumiperkasa.

“Apabila upaya musyawarah atau mediasi tidak terjadi kesepakatan maka upaya terakhir adalah langkah hukum,” ditegaskan Risma kembali.

Namun Risma pun membeberkan dalam menghadapi langkah hukum akan banyak konsekuensi yang berdampak pada pedagang. Di antaranya kerjasama akan terhenti, penyelesaian sengketa membutuhkan waktu yang lama, dan pedagang Pasar Turi akan terkatung-katung.

Meski begitu, dengan riuh isyarat memberi dukungan kepada Risma, pedagang Pasar Turi pun setuju agar Pemkot Surabaya melakukan langkah-langkah hukum.

“Nama saya Anam Mas Ali mewakili pedagang Pasar Turi mendukung penuh upaya Pemkot Surabaya. Kami intinya ingin putus kontrak dengan PT Gala Bumiperkasa,” ujar Ali.

Menurut Ali, selama ini pihaknya hanya jadi sapi perahan PT Gala Bumiperkasa karena pedagang terus diperas. Untuk itu, pedagang menegaskan bahwa siap mengawal langkah hukum sampai selesai meskipun itu tidak berbatas waktu.

“Kapan pun penyelesaian hukum itu selesai kami siap dari pada tidak jelas bagaimana nasib kami nantinya. Kami tidak ingin nantinya selama 25 tahun diperas terus oleh PT Gala Bumi Perkasa,” imbuhnya. (wh)