Teluk Lamong Jajaki Kerjasama dengan PDAM Surabaya

Teluk Lamong Jajaki Kerjasama dengan PDAM Surabaya

PT Terminal Teluk Lamong menjajaki kerjasama dengan PDAM Surabaya untuk penyediaan air bersih. Ketersediaan air bersih ini tidak hanya difungsikan bagi operasional pelabuhan saja, tapi juga untuk kebutuhan pelayanan lainnya.

Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong Prasetyadi menjelaskan telah melakukan pembicaraaan dengan PDAM Surabaya. Namun sejauh ini pihaknya belum menyebutkan seberapa besar kebutuhan air untuk pasokan terminal modern itu.

“Kita tengah melakukan penjajagan untuk pasokan kebutuhan air tawar di Teluk Lamong. Tetapi konsentrasi kita adalah kebtuhan pasokan listrik dan gas terlebih dahulu,” terang Prasetyadi.

Dalam penjajagan pembicaraan itu telah disodorkan kebutuhan air untuk pasokan Teluk Lamong. Hanya, Prasetyadi belum bisa membeber besaran kebutuhan yang diajukan ke PDAM Surabaya. Pihak Teluk Lamong juga tengah melakukan penghitungan besaran air yang dibutuhkan.

“Pembicaraan yang sudah kami lakukan sebatas pengajuan dan belum membahas teknis. Masalahnya kita juga mengukur kebutuhan dan ketersediaan air yang dimiliki PDAM Surabaya,” tutur Prasetyadi.

Prasetyadi menyebut kebutuhan air tawar di Teluk Lamong nantinya sama besar dengan kebutuhan pasokan gas dan listrik. Tidak tertutup kemungkinan air tawar ini juga untuk menyuplai kapal-kapal yang singgah ke dermaga.

“Berdasarkan pengalaman pelabuhan di negara-negara maju, justru ketersediaan air bisa dijual. Kedepan apakah kita nanti kita jual ke kapal atau cukup menyediakan, tergantung teknis seperti jumlah air yang kita dapat,” lanjutnya.

Saat ini, PT Terminal Teluk Lamong tengah konsentrasi untuk mendapat pasokan listrik dan gas. Dua sumber energi ini sebagai pemasok untuk kebutuhan listrik maupun kebutuhan truck. Listrik yang dibutuhkan di Terminal Teluk Lamong dibutuhkan sekitar 16 Mega Watt. Sedang pasokan gas mencapai 2,7 mmscfd (million metric standart cubic feet per day) setahunnya. (wh)