Teluk Lamong Belum Bayar Biaya Pasang Listrik

Teluk Lamong Belum Bayar Biaya Pasang Listrik

Percepatan pembangunan Terminal Teluk Lamong tersendat. PT PLN (Persero) tidak mau mengalirkan listrik ke pelabuhan termewah tersebut. Ini karena PT Terminal Teluk Lamong tak segera membayar biaya pasang listrik.

Hingga saat ini, pihak Terminal Teluk Lamong hanya berjanji akan membayar biaya pasang listrik. Namun kenyataannya Teluk Lamong tidak kunjung membayar. Padahal, memorandum of understanding (MoU) telah diperpanjang berkali-kali, tetapi Teluk Lamong tidak segera melakukan pembayaran.

“Kita sudah perpanjang MoU pembayaran, tetapi tidak segera dibayar,” kata Deputi Manager Komunikasi Bina Lingkungan PT PLN Distribusi Jatim Arkat Matulu, Jumat (24/1/2014).

Arkat menuturkan, PLN hanya menunggu aksi dari pihak Teluk Lamong. Jika proses pembayaran biaya pasang listrik tuntas, PLN akan memasang jaringan dan menerangi area Teluk Lamong. Saat ini, PLN tidak berani berbuat, karena sesuai dengan perjanjian yang dilakukan setelah pembayaran baru dipasang aliran PLN sesuai dengan permintaan.

Untuk infrastruktur jaringan menuju Teluk Lamong, PLN sudah siap secara keseluruhan. Seluruh barang dan jaringan telah tersedia. Ini lantaran PLN memiliki tekat untuk memberikan pelayanan terbaik dalam aliran listrik dan pemasangannya. “Prinsip kita ada pembayaran maka pemasangan listrik dilakukan,” tandas Arkat.

Pimpinan Proyek Terminal Teluk Lamong M. Hary Darmawan menyatakan, pihaknya akan segera membayar biaya pasang listrik akan dilakukan. Setelah itu, Teluk Lamong bisa memanfaatkan aliran listrik dari PLN.

“Kabarnya sih tiga minggu lagi listrik mulai dipasang. Sekarang masih proses pembayaran. Ini informasi dari sana (manajemen Teluk Lamong),” katanya.

Pembicaraan juga dilakukan dalam pemasokan gas ke Teluk Lamong. Kepala Humas PT Pelindo III Edi Priyanto menuturkan, pasokan gas ini bisa bertambah seiring pada tahun-tahun berikutnya. “Pasokan yang disepakati saat ini (Kapasitas 2,7 mmscfd) dianggap sudah cukup untuk memenuhi pasokan gas pada tahun pertama pengoperasian Terminal Teluk Lamong tahun pertama. Tentunya ada pembicaraaan pada tahun berikutnya, khusus untuk truk yang beroperasi di Teluk Lamong,” jabarnya.

Pada pertemuan antara PT Terminal Teluk Lamong dengan Pertamina belum membahas masalah kebutuhan pasokan untuk energi secara khusus. Saat ini pasokan energi masih bersumber pada listrik yang sudah dibahas bersama PLN, sebesar 16 mega watt (MW).

Edi menyebut Terminal Teluk Lamong sendiri menerapkan konsep green terminal, pasalnya fasilitas dan peralatan dilengkapi dengan “teknologi terbaru” (otomatisasi, real time dan papperless), disamping adanya jaminan aspek safety tetap terjaga (karena alat dilengkapi auto sensor, jumlah orang di terminal terbatas (less people) dan zero human error, juga merupakan terminal safe dan clean energy (penerangan jalan dan parkir menggunakan solar cell).(wh)