Telkomsel Tambah BTS di Kawasan Kampus

 

Telkomsel Tambah BTS di Kawasan Kampus

Telkomsel menyiapkan diri untuk melakukan ekspansi besar-besaran di penghujung tahun 2014. Salah satunya adalah menggarap segmen youth (anak muda) dimulai kuartal terakhir tahun ini hingga akhir tahun 2015.

Penetrasi ini guna memerkuat segmen youth yang memiliki kontribusi besar terhadap pelanggan anak perusahaan PT Telkom Indonesia itu. Salah satunya menambah jumlah BTS dan menambah kapasitas jaringan di daerah tertentu seperti di kawasan kampus, business area, dan public service.

Vice President Sales and Marketing Jawa Bali Herry Setiawan menyebutkan, tahun ini perbaikan layanan akan dimulai dari lingkungan kampus. “Pasar youth sejauh ini menyumbang kontribusi yang cukup besar. Sementara area yang kita awali adalah lingkungan kampus yang memiliki populasi dan penggunaan jaringan 3G cukup besar,” katanya dijumpai disela-sela Loop Kreatif Project (Kepo) di Malang, Minggu (19/10/2014).

Herry tidak menyebutkan jumlah penambahan BTS yang dijadwalkan disetiap lingkungan perguruan tinggi. “Kita masih hitung dengan kantor pusat, berapa jumlah kebutuhan dimasing-masing area,” sambungnya.

Herry menyebut jumlah pelanggan di Jawa Bali mencapai 38 juta. Dari jumlah tersebut, sekitar 33 persennya adalah segmen youth, yang cukup aktif menggunakan jaringan 3G.

Aktivitas koneksi dari jumlah pelanggan youth paling besar berada di kawasan perguruan tinggi dan sekitarnya. Sementara kontribusi akses jaringan data terbesar bersumber dari pengguna kartu Loop yang mencapai 12 Giga Byte (GB) perbulannya.

Hal senada disampaikan Riki Setiawan, General Manager Youth and Community Jawa Bali yang djumpai diacara serupa. Riki menyebut penetrasi pasar youth ini untuk menciptakan brand awareness Loop, yang memberi kontribusi revenue dan data cukup besar.

Concern kita saat ini memprioritaskan terhadap layanan connectivity, community, dan content. Tiga C ini yang dibutuhkan anak muda sekarang,” paparnya.

Menurut dia, kedepan Telkomsel segera memosisikan diri sebagai industri digital dengan mengambil ekosistem digital. Berkaitan dengan rencana penambahan BTS disekitar kawasan kampus, Riki juga belum memiliki angka pasti. Dia mencontohkan saat ini di Universitas Brawijaya memiliki lima BTS, dan kedepan akan ditambah sepuluh BTS.

“Tidak hanya Malang, kota-kota besar lainnya juga mengikuti program serupa,” tutupnya. (wh)