Telkomsel: Lonjakan Traffic Jateng Terbesar selama Puasa-Lebaran

 

Telkomsel: Lonjakan Traffic Jateng Terbesar selama Puasa-Lebaran

Telkomsel Area Jawa Bali telah mengantisipasi lonjakan trafik pada sepanjang bulan puasa hingga Lebaran. Dimana lonjakan disebabkan adanya migrasi pelanggan menuju area 03 dan area 04 yang cukup besar.

EVP Area Jawa Bali PT Telkomse Yetty Kusumawati mengungkapkan lonjakan itu tidak lepas dari banyaknya pemudik ke wilayah 03 dan 04. Seperti daerah Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat dan Timur, hingga Sulawesi dan Maluku.

Yetty menjelaskan lonjakan trafik terbesar ada di Jawa Tengah. “Sebagian kota di Jateng akan menjadi transit sekaligus pintu masuknya sejumlah pelanggan Telkomsel dari area lain. Jadi beban di Jateng akan kita pantau terus,” papar Yetty, Minggu (15/6/2014).

Uji coba yang dilakukan Telkomsel dengan network drive test lalu merefleksikan posisi lonjakan trafik di Area 3 (Jawa, Bali dan Nusa Tenggara). Lonjakan itu diprediksi paling tinggi adalah layanan data, disusul voice, dan short message service (SMS).

Perkiraan lain karena didaerah Jateng diprediksi terjadi kemacetan. Pada momen tersebut juga terjadi kenaikan trafik untuk mengetahui penyebab macet maupun memberi kabar kepada keluarga.

“Berdasarkan data yang kita miliki, lonjakan pelanggan data cukup tinggi. Jadi kita memang mengantisipasi untuk pelanggan data. Sebetulnya pelanggan SMS masih tinggi, tetapi tidak setingi tiga tahun silam,” urai wanita kelahiran Madiun itu.

Dia menambahkan, secara coverage (jangkauan), network (jaringan), maupun kualitas sudah dipersiapkan Telkomsel sejak dua bulan silam. Bahkan Telkomsel sudah mengantisipasi sejak awal tahun untuk memprediksi lonjakan pelanggan pada puasa hingga Lebaran.

Salah satu antisipasinya dengan menyiapkan backbone (jaringan yang dipersiapkan untuk mengantisipasi jaringan down). Demikian juga dengan jaringan upgraded maupun yang baru diseluruh Area Jawa Bali.

Corporate Communication Telkomsel Area Jawa Bali Andik Setiawan mengungkapkan, lonjakan trafik diperkirakan sekitar 60 persen. “Berdasarkan tahun-tahun sebelumnya, tahun ini diperkirakan lonjkan trafik diperkirakan 60 persen,” jelasnya. (wh)