Telkom Rilis Mobile Application untuk Dunia Pendidikan

Telkom Rilis Mobile Application untuk Dunia Pendidikan
foto: jawa pos

Telkom Regional V memperkenalkan versi mobile application dari Buku Sekolah Elektronik (BSE). Rilisnya bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional, di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jl. Gubernur Suryo, Surabaya, Sabtu (2/5/2015).

Selain memperkenalkan mobile apps BSE, pada saat yang sama diperkenalkan juga Kantin Sehat  Elektronik (KSE).  Demo aplikasi BSE dan KSE ini dilakukan sesaat setelah upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun 2015 di Gedung Grahadi dilanjutkan dengan melakukan video conference secara serentak dengan 5 sekolah yakni SMK Negeri 1 Sidoarjo, SMA Negeri 1 Pandaan , SMK Salahudin Pasuruan, SMK Negeri 1 Pamekasan, dan SMP Lab Unesa.

Saat ini, dari sisi network connectivity, sekolah-sekolah sudah mencoba memberikan kecukupan akses internet bagi siswanya. Jika di program IndiCampus, untuk menjadi kampus kelas dunia, dipersyaratkan masing-masing mahasiswa bisa mendapatkan akses minimal 5 kbps. Maka sewajarnya diberlakukan juga standar kecukupan bandwidth untuk siswa sekolah menengah.

Dikatakan Deputy Executive Vice President Telkom Regional V Jatim Bali Nusra, Djatmiko, pihaknya ingin bisa memberikan total solution untuk konsep Smart Schools.

“Mulai dari network connectivity yang sudah tergelar di sekolah, sampai ke konten aplikasinya seperti halnya mobile apps BSE yang dideliver oleh PT. Mahoni dan KSE yang dideliver oleh Indonesia Menulis,” jelasnya.

Aplikasi BSE merupakan sebuah aplikasi untuk dunia pendidikan yang bisa dijalankan di banyak platform Mobile seperti : iOS (Ipad/Iphone), Android & Windows 8. Penggunaan aplikasi tersebut hanya dengan melakukan download gratis melalui web : BSE.WEB.ID.

Setelah ter-install di Tablet atau Smartphone, tinggal menjalankan aplikasi tersebut, kemudian memilih buku-buku yang dikehendaki dari koleksi yang ada, dan men-download-nya. Untuk mobile apps BSE ini, jika sekarang masih berupa handout yang hanya bisa dibaca, ke depan, akan dilengkapi dengan Note yang bisa dicoret-coret. Aplikasi ini juga akan dengan mudah ditemukan dalam IndiStore.

Sebanyak 2.000 koleksi buku pelajaran sekolah yang merupakan bagian dari kurikulum pendidikan 2013, dan bernilai ratusan miliar rupiah tersebut adalah sebuah gudang ilmu pengetahuan yang sangat berharga bagi pelajar dan pengajar di Indonesia. Selain bisa diakses di sekolah, tentu saja aplikasi ini bisa diakses juga di rumah, dan  ribuan titik wifi.id yang sudah digelar Telkom sehingga dapat memberi manfaat lebih besar bagi masyarakat.

Dalam bidang pendidikan sejak tahun 2008 pemerintah melalui Kementrian Pendidikan  memulai pembelian hak cipta buku-buku pelajaran sekolah agar  pendidikan di Indonesia bisa semakin murah biayanya.

Sejatinya, hak untuk mendapatkan pendidikan adalah salah satu hak asasi manusia yang tercantum dalam BAB XA tentang Hak Asasi Manusia.  Dalam UUD 1945 pasal 28C ayat 1  ada dikatakan, “Setiap orang berhak mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi”. Ilmu pengetahuan dan teknologi memang harus dimanfaatkan untuk menaikkan mutu pendidikan Indonesia dan mempercepat penyebaran ilmu pengetahuan bagi lebih dari 50 juta jumlah pelajar diseluruh Indonesia.

Cara penggunaan mobile aplikasi “Buku BSE” ini mudah, dan gratis, cukup dengan menggunakan tablet atau smartphone. Men-download buku dilakukan di tempat-tempat yang tercover jaringan internet. Karena software-nya gratis, dan hardware yang dibutuhkan adalah tablet/smartphone biasa maka setiap orang bisa memanfaatkan koleksi buku-buku ini sebagai bahan pembelajaran untuk pelajar ataupun guru. Pemerintah Indonesia tak perlu keluar uang satu rupiahpun untuk penyebaran materi pendidikan ini keseluruh Indonesia.

Telkom berharap ke depan bisa bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk memungkinkan pemanfaatkan Koleksi 2000 buku pelajaran sekolah digital ini agar bisa cepat disebarkan keseluruh Indonesia, yang mana akan sangat menguntungkan bagi daerah-daerah terpencil dan sulit dijangkau dari pusat, sehingga pemerataan mutu pendidikan antara kota-kota besar & daerah terpencil akan semakin tercapai. (wh)