Telkom Patungan dengan Telstra Australia

Telkom Patungan dengan Telstra Australia

PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (Telkom) mendirikan perusahaan patungaan (joint venture) dengan Telstra, perusahaan telekomunikasi Australia.

Perusahaan patungan itu akan berfokus pada aplikasi jaringan dan layanan network applications and services atau biasa disingkat NAS dengan sasaran pasar perusahaan-perusahaan di Asia Tenggara.

Berdasarkan ketentuan yang tidak mengikat dalam nota kesepahaman, perusahaan patungan tersebut nantinya menjadi penyedia eksklusif layanan NAS di Indonesia untuk Telstra dan Telkom Indonesia.

Bisnis baru itu akan difokuskan untuk meningkatkan posisi Telkom di Indonesia dalam menyasar pasar layanan perusahaan lokal. Bagi Telstra, perusahaan patungan itu menjadi jembatannya untuk meraih pasar besar enterprise di Asia.

Cukup dengan menggandeng Telkom, langkah Telstra untuk meraup pasar besar jadi lebih ringkas. Perlu diingat, Indonesia merupakan negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di Asia Tenggara. Namun, Telkom masih malu-malu menjelaskan perusahaan patungan ini.

“Ini tahapnya masih penjajakan, belum sampai buat MoU . Boleh dong kalau kami melihat bisnis itu ,” ujar Direktur Telkom Indonesia Rizkan Chandra.

Menurutnya, adalah wajar jika Telkom melirik bisnis-bisnis lain di luar telekomunikasi, seperti bisnis over-the-top (OTT). NAS merupakan salah satu bagian dari OTT atau metode penyampaian layanan video dan audio secara streaming menggunakan media internet.

Arif Prabowo, Vice President Public Relations Telkom, memilih bungkam saat ditanya soal kabar Telkom mendirikan perusahaan patungan dengan Telstra.

“Kami belum bisa mempublikasikan informasi tersebut saat ini,” tulisnya dalam pesan singkat.

Namun, pihak Telstra sudah mengumumkan pendirian perusahaan patungan tersebut. Brendon Riley, Group Executive, Global Enterprise and Services Telstra, mengatakan kemitraan dengan pemain lokal yang sudah diakui dan dihormati, yakni Telkom, penting bagi Telstra.

“Rencana kami yakni memberikan peningkatan konsistensi layanan bagi perusahaan-perusahaan yang terhubung dengan Indonesia dan beroperasi di Indonesia,” kata Riley.

Telstra memasang sasaran pelanggan enterprise lokal Australia sehingga perusahaan itu dapat fokus berbisnis, alih-alih mengurus teknologi informasi dan telekomunikasi yang memakan biaya.

Pembentukan perusahaan patungan dengan Telkom merupakan aksi agresif terbesar Telstra di lingkup NAS. Operator telekomunikasi itu secara aktif memperluas portofolionya. Pekan ini saja perusahaan bernilai aset US$38,53 juta itu baru mencaplok O2 Networksearlier yang berbasis di Melbourne. (bis/bh)