Telkom Pacu Tumbuhnya Industri Kreatif Digital di Kediri

 

Telkom Pacu Tumbuhnya Industri Kreatif Digital di Kediri

Komunitas-komunitas digital kreatif dinilai Telkom sangat potensial jadi bagian dari akselerator pertumbuhan ekonomi. Seperti di Kediri, misalnya, yang mempunyai jumlah komunitas digital kreatif tidak sedikit.

Sedikitnya, 14 komunitas digital kreatif di Kediri telah membentuk satu ekosistem digital dengan nama KOMIK. Yang meskipun belum setahun berdiri, atau tepatnya Mei 2014, ke-14 komunitas ini  telah rutin mengadakan berbagai seminar, workshop, pelatihan, sosialisasi, short course, dan berbagai kegiatan lainnya.

Executive General Manager Telkom Divre V Jawa Timur Iskriono Windiarjanto mengatakan, ide-ide kreatif biasanya lahir dari sekumpulan komunitas yang punya rasa penasaran intelektual tinggi.

”Ini kemudian melahirkan inovasi-inovasi. Dan jika inovasi ini kemudian bisa masuk ke inkubasi bisnis, akan bisa menjadi investasi yang dikomersialisasi.” Ujarnya saat melakukan silaturahmi dengan para komunitas digital kreatif KOMIK,

Kepada para komunitas yang sedang melakukan seminar di Broadband Learning Center (BLC) Telkom Kediri dengan mendatangkan pembicara utama Adryan Fitra ini, Iskri menegaskan bahwa Telkom akan melakukan evaluasi kepada 2 atau 3 start up company di Jawa Timur yang secara bisnis bisa diinkubasi untuk diberikan dana inkubasi. “Siapa tahu salah satunya dari komunitas ini” katanya.

Adryan Fitra sendiri dikenal sebagai salah satu team sukses kampanye online Jokowi-JK dan pernah mendukung online campaign untuk Barrack Obama.

Sebagai perusahaan yang bergerak di bisnis portofolio TIMES (Telecommunication, Information, Media, Edutainment, Services), Telkom mempunyai concern tinggi untuk menjadikan ICT sebagai enabler bagi percepatan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Apalagi, infrastruktur ICT di seluruh kota/kabupaten di Jawa Timur sudah mendukung untuk akses internet kecepatan tinggi (broadband).

Merujuk pada hasil survei dari ITU (International Telecommunication Union), bahwa peningkatan penetrasi broadband sebesar 10 persen akan berdampak pada GDP sebesar 1,38 persen, maka Telkom yakin broadband access ini benar-benar akan menjadi competitive advantage.

“Tinggal bagaimana publik memanfaatkan dengan mendevelop konten-konten aplikasi diatas infrastruktur broadband yang sudah tergelar tersebut, seperti di bidang e-commerce, e-tourism, dan e-government,” jelasnya.

Iskri menambahkan, Jawa Timur adalah provinsi bumi broadband pertama di Indonesia. Sebagai bentuk dukungan Telkom bagi Jawa Timur ini adalah Mewujudkan Program Digital Government Services, melalui dukungan percepatan pemanfaatan ICT meliputi Pengembangan Infrastruktur, Aplikasi dan Peningkatan Sumber Daya Manusia.

Untuk publik, Telkom juga telah membangun 121 WiFi Corner di wilayah Kediri Raya yang meliputi Kediri, Nganjuk, Blitar, Tulungagung dan Trenggalek, berupa tempat hang out komunitas yang dilengkapi akses internet kecepatan tinggi sampai 100 Mbps.

“Total saat ini di Jawa Timur jumlahnya telah mencapai 920 WiFi Corner,” pungkas Iskri. (wh)