Telkom Kucurkan Pinjaman Rp 1,2 M buat UKM di Surabaya dan Madura

Telkom Kucurkan Pinjaman Rp 1,2 M buat UKM di Surabaya dan Madura

Program Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan investasi bagi perusahaan demi pertumbuhan dan keberlanjutan (sustainability) perusahaan dan bukan lagi dilihat sebagai sarana biaya(cost centre) atau sebagai sarana meraih keuntungan (profit centre) saja.

Melalui Program Kemitraan yang dikelola oleh Unit Community Development Center, Telkom Indonesia juga mempunyai peran CSR diantaranya dengan menggelontorkan pinjaman kepada Mitra Binaan usaha kecil menengah (UKM).

Untuk area Surabaya dan Madura, pada triwulan IV/2015 ini, dana bergulir yang telah disalurkan kepada Mitra Binaan UKM area Surabaya dan Madura sebesar Rp 1,209 miliar. “Dana 1,2 M itulah yang disalurkan kepada 37 mitra binaan.” kata GM Telkom Witel Suramadu, M Nasrun Ihsan didampingi Manager HR & CDC Witel Suramadu Budi Prastyo.

Dana bergulir yang disalurkan ini merupakan keempat kalinya disalurkan dalam tahun ini. “Dana itu merupakan bagian dana bergulir yang disalurkan Community Development Center Regional 5 Jatim Bali Nusra dengan 516 mitra binaan sebesar Rp 18,200 miliar.” lanjut Nasrun.

Menurut Nasrun hal ini adalah komitmen untuk mengalokasikan sebagian keuntungan untuk UKM. “Dana bergulir terus menerus disalurkan, baru setelah 2 tahun lunas bisa dialokasikan ke mitra binaan yang lain,” lanjutnya kembali.

Dana pinjaman itu bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh mitra binaan selama satu tahap. Sehingga mereka bisa berkembang dan mandiri. Dengan demikian, mereka bisa mengajukan pinjaman lagi dalam skala lebih besar.

“Dengan skalanya yang lebih besar, mereka tidak lagi pinjam ke Telkom atau BUMN lainnya, tapi bisa ke Perbankan. Jadi manfaatnya selalu bergulir,” tambah Nasrun.

Lebih lanjut, Nasrun menilai bahwa tren masyarakat Indonesia untuk menjadi pengusaha terus bertambah. Memang, diakuinya, tantangannya banyak apalagi tahun depan Indonesia sudah memasuki Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Dalam MEA, pengusaha Indonesia tidak hanya bersaing produk dan jasa di dalam negeri, tetapi produk dan jasa dari negara-negara lain akan masuk Indonesia secara bebas. Dan itu merupakan kesempatan Indonesia bisa masuk memasarkan produknya ke negara-negara lain.

“Untuk bisa menghadapi MEA terutama pemasaran tidak hanya lokal tapi bisa manca negara salah satunya kita memanfaatkan IT. Kami memfasilitasi tempat untuk UKM belajar internet, pemasaran melalui internet, punya toko online. Kita juga punya Broadbrand Learning Center, ada Telkom Solution House atau UKM Center. Semua itu bisa dimanfaatkan gratis,” jelasnya.

Selain itu, dia mengatakan Telkom juga mengadakan pelatihan untuk UKM. “Kalau memungkinkan ada pameran. Jadi selain menyalurkan dana juga mendukung UKM berkembang bisnisnya. Setelah berkembang, dana bisa bergulir ke mitra lain,” tandasnya.

Peserta UKM triwulan IV ini juga mendapakan suntikan rokhani dari Ustadz Farid Anwar tentang pentingnya kejujuran dalam bekerja dan berdagang. “Niatlah bahwa berniaga dan berdagang itu sebagai ibadah. Jangan lalu membohongi pembeli dengan menyuntik buah semangka supaya kelihatan warna merahnya.” pesan Farid. (wh)