Teknologi Terminal Teluk Lamong Bakal Tekan Dwelling Tim

Pelabuhan-Lamong

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indroyono Soesilo menyatakan teknologi yang tersaji di Terminal Teluk Lamong (TTL), Surabaya, Jawa Timur, diyakini mampu menekan dwelling time yang selama ini selalu menjadi keluhan. Selain itu, tambahnya, juga bisa menekan mahalnya ongkos logistik di Indonesia.

Indroyono, yang ditugaskan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk meninjau langsung, sekaligus memberi tugas khusus ke Otoritas Pelabuhan guna mempersingkat waktu proses pengeluaran barang dari pelabuhan atau dwelling time. “Saya ditugaskan Presiden untuk melihat langsung kesiapan Terminal Teluk Lamong terkait tekad pemerintah untuk memperpendek dwelling time,” ungkap Indroyono di Jakarta, Sabtu (7/3/2015).

Di terminal berkonsep hijau pertama di Indonesia tersebut, Indroyono meninjau menara control room operator alat bongkar muat petikemas canggih yang disebut automated stacking crane (ASC). Adapun kedalaman kolam dermaga Terminal Teluk Lamong yang mencapai 14 meter low water spring (LWS) mampu memudahkan kapal-kapal besar bisa langsung bongkar muat tanpa harus melalui Pelabuhan Singapura.

Selain itu, Indroyono juga menjelaskan bahwa terkait kebijakan pemerintah untuk memangkas dwelling time akan diterbitkan instruksi presiden tentang percepatan sistem pelabuhan. “Dengan didukung berbagai peralatan modern, rasanya Terminal Teluk Lamong bisa menjadi rujukan pelabuhan modern. Ternyata Indonesia bisa juga membangun terminal modern seperti Teluk Lamong ini.

Peralatan modern akan menekan dwelling time dan meningkatkan efisiensi sehingga kita bisa bersaing dalam memasuki Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA),” pungkasnya. (oke)