Teknik Membuat Liontin Bentuk Capung

Teknik Membuat Liontin Bentuk Capung

Pelatihan creative industry aksesoris Pahlawan Ekonomi di Kaza City Mall. foto: arya wiraraja/enciety.co

Aneka ragam aksesoris dapat dihasilkan dari perpaduan bahan kawat wayer dan manik-manik. Belakangan, produk yang lagi hits adalah liontin kalung berbentuk capung.

Menurut Yayuk Surat, mentor creative industry aksesoris Pahlawan Ekonomi Surabaya, liontin berbentuk lebah, kupu-kupu atau capung banyak dicari, khususnya kaum perempuan berhijab.

“Sebenarnya pasar produk ini bukan hanya perempuan berhijab karena bentuknya yang imut. Produk ini sangat digemari para kaum hawa pada umumnya untuk mempercantik diri,” kata dia, di sela acara pelatihan di Kaza City Mall, Minggu (21/7/2019).

Yayuk menuturkan, bahan-bahan yang dibutuhkan tidak sulit untuk dicari dan harganya terjangkau. Yakni, manik-manik mutiara, manik-manik batu alam, kawat wayer, dan bahan akrilik. Cara membuatnya, desain produk yang ingin dibuat. Setelah itu, rangkai manik-manik dan batu alam sesuai desain karakter capung.

“Yang terpenting dalam proses ini adalah telaten dan sabar dalam merangkai. Selain itu, ketepatan kombinasi warna manik-manik juga sangat penting. Agar produknya bagus, saya sarankan tidak terburu-buru karena makin rapi makin tinggi nilai ekonominya,” papar perempuan berjilbab ini.

Terkait nilai ekonomi, Yayuk mengatakan produk tersebut dapat dijual Rp 10-15 ribu. Untuk modal produksi hanya perlu mengeluarkan dana Rp 5 ribu per produk.

“Produk ini punya potensi ekonomi tinggi. Kita bisa jual grosiran atau eceran. Bergantung bisnis yang dikembangkan,” tegas Yayuk. (wh)