Teknik Cetak Screen Film Sablon Bahan Plastik dan Kain

Teknik Cetak Screen Film Sablon Bahan Plastik dan Kain

Pelatihan sablon Pejuang Muda Surabaya di Kaza City Mall, Sabtu Sabtu (22/7/2017). foto: arya wiraraja/enciety.co

Pelatihan Pejuang Muda Surabaya cluster sablon terus berlanjut. Kali ini, para peserta pelatihan diajak memahami teknik cetak screen film sablon pada media berbahan plastik dan kain.

Akhmad Arief, mentor pelatihan Pejuang Muda Surabaya, menjelaskan ada beberapa hal yang menjadi fokus pelatihan. Yakni para peserta harus bisa membedakan kedua teknik dasar penyamblonan pada media sablon berbahan plastik dan kain.

Menurut dia, untuk media sablon berbahan plastik menggunakan pewarna dengan bahan minyak. Sedangkan untuk media sablon kain, pewarna yang digunakan yang memiliki bahan dasar air.

“Komposisi pewarna yang digunakan juga sangat berbeda. Contohnya, kita harus berhati-hati dalam menggunakan pewarna berbahan minyak yang digunakan pada media sablon plastik. Jika salah dalam mengukur komposisi bahan, hasil sablon tidak sempurna,” tegasnya, Sabtu (22/7/2017).

Kata dia, jika dapat mengukur komposisi pewarna dengan tepat, produk yang dihasilkan nantinya memiliki kualitas tinggi. “Jika kita cermat dapat mengukur komposisi bahan pewarna, kualitas produk yang dihasilkan bakal hasil lebih bagus, lembut, dan tahan lama,” terang Arief.

Selain itu, sambung Arief, ada beberapa proses sablon yang masih belum dikuasai peserta. Di antaranya proses pengeringan. Kata dia, proses pengeringan adalah proses akhir yang sering kali menjadi masalah.

“Untuk itu, kami menyarankan para peserta untuk dapat menggunakan alat pengering yang bernama hotgun. Alat ini berbentuk seperti alat pengering rambut. Namun, alat ini memiliki panas yang lebih tinggi,” kupas dia.

Arief juag meminta agar peserta dapat lebih sering berlatih. Kata dia, bukan hanya berlatih pada saat ada pelatihan saja, tetapi juga di luar jam pelatihan.

“Untuk dapat sukses dalam menjadi pelaku usaha sablon butuh konsisten berlatih. Karena, untuk mahir berbagai teknik dalam sablon itu butuh kebiasaan,” kupas dia. (wh)