Teknik Baru Melukis dalam Balutan Karya M. Nuryatin

Teknik Baru Melukis dalam Balutan Karya M. Nuryatin

Muhammad Nuryatin memamerkan karya lukisan Pencari Kayu Bakar, foto: arya wiraraja/enciety.co

Banyak hal baru bisa dilakukan di dunia seni. Seperti yang dilakukan Muhammad Nuryatin. Seniman Surabaya ini membuat lukisan dengan teknik baru.

Nuryatin sejatinya tak bisa memberi nama teknik itu. Berikut alirannya. “Saya tidak tahu namanya teknik ini. Juga aliran apa. Saya mengerjakan saja,” ujar dia seraya memamerkan lukisan yang diberi judul Pencari Kayu Bakar kepada enciety.co.

Menurut dia, lukisan tersebut terinspirasi oleh keadaan kampung halaman di Mojokerto pada tahun 1963. Kala itu, banyak warga desa yang mecari kayu bakar pada musim panas, dan suasaa pada saat itu sangat teduh.

Untuk menciptakan lukisan tersebut, terang Nuryatin, hal pertama yang dilakukannya dengan membuat beberapa campuran warna pada kertas putih. Campuran warna tersebut ia hasilkan dari crayon yang ia goreskan di kertas tersebut.

“Banyak warna yang dapat kita hasilkan. Setiap warna dapat membuat inspirasi pada karya yang kita hasilkan. Contohnya untuk menghasilkan warna pada batang pohon, kita harus mencampur beberapa warna, seperti coklat, kuning dan hijau,” ulas alumnus Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surabaya ini.

Selain itu, kata dia, untuk menghasilkan pemandangan langit senja yang khas, ia harus mencampur beberapa warna, seperti kuning, biru, merah dan putih pupus.

“Untuk menghidupkan lukisan perlu beberapa kali eksperimen pada campuran warna,” papar Nuryatin yang baru setahun menekuni profesi ini sebagai pelukis.

lukisan-m-nuryatin

Dia lalu melanjutkan, setelah berhasil mencampur warna-warna sehingga tercipta komposisi yang pas, barulah melanjutkan pada proses produksi selanjutnya. Yakni memotong kertas-kertas tersebut menjadi pola-pola yang diperlukan dalam membuat sebuah karya lukisan.

“Satu demi satu pola tersebut dirangkai dengan menggunakan perekat khusus. Yang paling, pastikan pola dan bingkai media tempat kita merekatkan pola tersebut menempel dengan sempurna. Karena jika tidak bakal kurang apik dipandang,” jlentrehnya.

Ia mengimbuhkan, untuk membuat karya lukisan dengan teknik baru ini, harus melakukannya dengan dengan penuh kesabaran. “Perlu ketelatenan dalam merangkai sebuah karya seni,” cetusnya.

Dia mengaku, untuk menghasilkan 1 buah karya seni lukisan tidak mengeluarkan ongkos banyak. “Kurang lebih saya megeluarkan modal sebesar Rp 300 ribu. Paling banyak modal tersebut dihabiskan untuk membuat bingkai lukisan.

Dengan modal tersebut, menurut dia, dapat menjual hasil karyanya dengan bandrol Rp 2-3 juta. “Untuk setiap lukisan yang saya hasilkan ini yang mahal bukan bahan dasar yang digunakan, namun ide yang dapat diwujudkan lewat sebuah karya,” katanya.

Nuryatin mengaku saat ini memanfaatkan media sosial untuk memasarkan hasil karyanya. “Pemasaran di media sosial dapat dilakukan 24 jam, dan gratis. Selain itu, ketika radius pemasaran mendunia,” pungkas dia. (wh)