Tekan Harga Naik, Bulog Jatim Operasi Pasar

 

Tekan Harga Naik, Bulog Jatim Operasi Pasar

Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Jawa Timur memutuskan untuk melakukan Operasi Pasar (OP) dua komoditas, daging ayam broiler dan telur ayam broiler. Langkah tersebut ditujukan untuk menekan kenaikan harga dua komoditas tersebut dipasar Jatim.

Kepala Perum Bulog Divre Jatim Rusdianto mengatakan, OP dua komoditas itu merupakan hasil koordinasi dengan pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim. Tidak hanya di Surabaya, OP juga dilaksanakan di 13 Sub Divre seluruh Jatim dengan 29 Bulogmart Corner. 

“Untuk di Surabaya, OP dilaksanakan di dua pasar, pasar Wonokromo dan pasar Tambah Rejo dan di Bulogmart Divre Jatim. Di dua pasar tersebut, tiap harinya telur kami sediakan sekitar 200 kg per hari per pasar. Dan daging ayam kami sediakan 200 kg per pasar per hari,” ujar Kepala Perum Bulog Divre Jatim di Surabaya, Senin (9/6/2014).

Rusdianto mengaku, dalam pelaksanannya, Bulog juga mengambil untung. Hanya saja keuntungan yang diambil sewajarya, yaitu untuk biaya pekerja, pengemasan dan distribusi. Sehingga harga yang dipatok relatif lebih murah dibanding harga pasar.

Harga daging ayam OP, ujarnya, di patok sebesar Rp26.000 per kilogram (kg). Harga tersebut lebih rendah dibanding harga pasar yang saat ini sudah mencapai Rp28.000 per kg. Sementara harga telur OP dipatok Rp16.500 per kg, lebih rendah dibanding harga pasar saat ini yang sudah dikisaran Rp18.000 per kg.

“OP akan terus dilakukan tiap hari hingga harga kembali normal, sesuai dengan evaluasi dari Disperindag Jatim. Karena sebenarnya Disperindag juga berkepentingan untuk melindungi pedagang, tidak hanya konsumen. Kalau harga relativ stabil, ya pastinya akan dihentikan sesuai dengan perintah Pemprov. Jatim,” katanya.

Melalui upaya tersebut, diharapkan beban masyarakat akan menjadi lebih ringan sehingga laju inflasi juga bisa terjaga. “Seperti pada tahun lalu, kami juga melakukan OP untuk beberapa komoditas seperti cabe rawit, telur, daging sapi, dan bawang merah. Intinya, kami selalu siap untuk melakukan stabilsasi harga diluar komoditas beras yang sudah menjadi tanggung jawab kami,” tegasnya. (wh)