Tekan Biaya Cetak, PT KAI Ubah Model Tiket

Tekan Biaya Cetak, PT KAI Ubah Model Tiket
foto: beritakereta.wp

PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengubah model tiket kereta api jurusan lokal dengan ukuran lebih kecil jika dibandingkan sebelumnya, dengan alasan untuk menekan biaya pencetakan.

“Selama ini untuk biaya pencetakan satu tiket itu menghabiskan Rp110, namun dengan model baru hanya Rp25, jadi ada efisiensi biaya,” kata Staf Khusus Komersial PT KAI Prasetyanti saat meninjau pelayanan tiket model baru di Stasiun Kediri, Kamis (15/10/2015).

Ia mengatakan, penggunaan tiket model baru tersebut sebelumnya telah dikaji dan sudah mendapatkan persetujuan. Model tiket tersebut dibuat lebih pendek, berbeda dengan sebelumnya yang berbentuk persegi panjang.

Selain masalah model, Prasetyanti juga mengatakan dengan tiket baru tersebut, pelayanan pada calon penumpang lebih cepat. Jika sebelumnya, satu tiket menghabiskan waktu antara 12-14 detik sekali cetak, dengan tiket model baru, lebih singkat lagi.

“Ini juga berdasarkan pengalaman akhir 2013, dimana antrean penumpang panjang akhirnya mereka ketinggalan kereta,” jelasnya.

Ia juga tidak khawatir tiket tersebut akan disalahgunakan oleh orang yang tidak bertanggungjawab, sebab setiap tiket mempunyai kode tersendiri. Nantinya, tiket itu akan dicek lagi oleh petugas baik saat hendak naik kereta api maupun saat di kereta setelah berangkat.

Untuk pemesanan, Prasetyanti juga menambahkan lebih cepat. Calon penumpang tidak perlu pesan sehari sebelumnya untuk tiket kereta api lokal, melainkan tiga jam sebelum kereta api berangkat bisa dipesan.

Penggunaan model tiket baru itu rencanaya akan merata di seluruh Indonesia. Pada pekan ini, penggunaan mulai diaktifkan di wilayah DAOP VII Madiun yaitu untuk kereta api Doho Penataran jurusan Blitar-Surabaya serta DAOP VIII Surabaya.

Selain itu, pada Oktober 2015, penggunaan tiket ini juga sudah diterapkan di DAOP II Bandung, awal November 2015 di DAOP VI Jogjakarta. Selanjutnya, awal Desember di Jakarta, akhir Desember 2015 di Sumatera Utara, dan sejumlah stasiun lainnya di Tanah Air.

Sementara itu, untuk kereta api jarak jauh, PT KAI masih menggunakan model tiket lama. Namun, nantinya akan menerapkan sistem yang berbeda dengan “boarding pass”, mirip saat hendak pemberangkatan pesawat terbang. Nantinya, calon penumpang harus melakukan cek pada tiket kereta api mereka, sehingga dapat diketahui dengan pasti identitas pemilik tiket yang sebenarnya.

Manajer Humas Daop VII, Eko Budiyanto menambahkan perubahan model tiket untuk kereta api lokal tersebut dilakukan demi memperbaiki pelayanan pada penumpang. Mereka pun bisa mengembalikan tiket jika membatalkan perjalanan. “Namun, uang tiket tersebut tidak dapat kembali langsung, melainkan menunggu satu bulan kemudian,” pungkas Eko. (ant/wh)