Tax Amnesty Bisa Tambal Defisit APBN

Tax Amnesty Bisa Tambal Defisit APBN

(kiri-kanan) Account Representative (AR) KPP III Madya Surabaya Yosef Yanto, Kepala Bidang P2 Humas Kanwil DJP Jatim I Sofyan Hutajulu, Kepala Seksi Pengawasan dan Konsultasi KPP III Madya Surabaya Affan Nurul Iman, Direktur Enciety Business Consult Doddi Madya Judanto, dalam acara Perspective Dialogue di Radio Suara Surabaya, Jumat (22/7/2016). foto: arya wiraraja/enciety.co

Tax amnesty atau pengampunan pajak yang digagas Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) telah berlaku sejak 1 Juli 2016 lalu. Kebijakan ini diharapkan dapat menjadi instrumen pertumbuhan ekonomi nasional. Terlebih, melihat dari tantangan perkembangan ekonomi global saat  ini, perekonomian Indonesia yang saat ini membutuhkan dana investasi.

“Hal itu dibutuhkan karena saat ini kita sedang banyak melakukan pembangunan dibidang infrastruktur,” ujar Direktur Enciety Buiness Consult Doddi Madya Judanto, dalam acara Perspective Dialogue di Radio Suara Surabaya, Jumat (22/7/2016).

Doddi lalu menjelaskan, saat ini Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia mengalami defisit. “Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk menutup defisit tersebut adalah tax amnesty yang salah satu efeknya adalah repatriasi modal atau memulangkan aset atau harta kekayaan yang ada di luar negeri,” urai dia.

Selain itu, menurut dia, untuk mengerek laju perekonomian dalam negeri pemerintah ingin memaksimalkan dana-dana milik warga negara Indonesia sendiri.

“Seperti yang kita tahu, situsasi perekonomian global sampai saat ini belum menunjukkan tren positif yang signifikan. Contohnya, China, Jepang,  Amerika dan negara-negara lain saat ini mulai berkembang namun masih belum sesuai dengan harapan,” paparnya.

Dengan adanya tax amnesty memang negara mengalami kerugian, namun kerugian tersebut tidak sebanding dengan dana yang nantinya dipulangkan dari luar negeri ketika kebijakan tersebut telah berjalan.

“Namun, perlu kita cermati, potensi pajak negera ini ke depan bakalan meningkat. Itulah hal positif yang dapat kita rasakan,” tandas Doddi. (wh)