Tarif Tol Waru-Juanda Naik

 

Tarif Tol Waru-Juanda Naik

Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Citra Margatama Surabaya akan menyesuaikan tarif jalan tol Waru-Juanda mulai 13 Juni pukul 00.00 WIB. Kenaikan ini sesuai dengan hak penyesuaian tarif  setiap dua tahun sekali dan faktor inflasi yang terjadi.

General Manager PT Citra Margatama Surabaya (CMS)Sutarno mengatakan, kenaikan tarif tol ini untuk mengejar target pendapatan tahun ini. PT CMS tahun ini ditargetkan bisa membukukan pendapatan sebesar Rp115 miliar, atau naik sekitar 29 persen.

“Ada lima golongan perubahan tarif antara Rp1.000 hingga Rp2.000 dan itu sudah sesuai dengan kebutuhan kendaraan dan ruas tol,” katanya kepada sejumlah wartawan, Rabu (11/6/2014).

Sutarno yang dijumpai di ruang rapat menyebutkan, penyesuaian tarif itu sesuai dengan SK Menteri Pekerjaan Umum nomor 286/KPTS/M/2014, per 5 Juni 2014.

Penyesuaian tarif yang ditetapkan PT CMS untuk Golongan I Rp7.000 dari Rp 6.000. sedangkan Golongan II Rp 10.000 dari Rp 9.000, Golongan III Rp 13.500 dari Rp 12.000, untuk Golongan IV Rp 17.000 dari Rp 15.000, dan Golongan V Rp 20.500 dari Rp18.500.

Dari lima golongan tersebut, golongan I memberi kontribusi terbesar, yakni 90 persen dari pendapatan PT CMS. Hingga Mei 2014 ini pendapatan untuk Golongan I sudah mencapai Rp 30,7 miliar dari jumlah trafik 5.126 kendaraan. Sementara untuk pendapatan PT CMS hingga Mei tahun ini tercapai Rp 35,06 miliar.

Sutarno menegaskan ada penurunan traffic kendaraan tol Waru-Juanda ini. “Beroperasinya Bandara Internasional Juanda Terminal II, membawa pengaruh besar. Awalnya banyak kendaraan melalui pintu tol Waru-Juanda, kini mulai beralih ke jalan non tol,” ungkapnya.

Penurunan traffic tahun ini rata-rata hanya 36.900, sedangkan tahun sebelumnya sudah mencapai 28.000 kendaraan perhari. Seharusnya tahun ini sudah mencapai rata-rata 40.000 kendaraan. Sutarno mengakui, meski tidak terlalu besar penurunannya tetapi sangat memengaruhi pendapatan. “Penurunan ini tidak berdampak pada target akhir tahun ini,” tegasnya.

Dia menambahkan, target pendapatan tahun ini sudah diperhitungkan meski ada penurunan traffic. PT CMS tidak banyak mengucurkan investasi tahun ini, untuk perbaikan hanya 5-7 persen dari total pendapatan. (wh)