Tarif Promo KA Penataran Ekspres Berakhir 1 Februari

Tarif Promo KA Penataran Ekspres Berakhir 1 Februari

PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi (Daops) 8 mengumumkan tarif promo untuk kereta api (KA) Penataran Ekspres berakhir pada 1 Februari. Sejak diluncurkan 1 November 2013 silam, KA Penataran Ekspres dikenalkan tarif promo Rp 20.000.

Manajer Humas PT KAI Daops8 Sri Winarto mengatakan, tarif normal untuk keberangkatan 1 Februari sebesar Rp 25.000. Meskipun proses pemesanan tiket tersebut dilakukan sebelum 1 Februari.

“Tarif promo hanya dikenalkan selama tiga bulan. Itu sudah sesuai dengan keputusan direksi PT KAI. Jadi pemberlakuan tarif untuk KA Penataran Ekspres bukan kenaikan,” tegas Sri Winarto, Rabu (29/1/2014). Sejalan dengan itu, berakhirnya tarif promo dibarengi dengan target okupansi.

PT KAI Daops 8 menyatakan, tarif rata-rata KA yang baru berumur tiga bulan ini sudah mencapai 500 kursi per harinya. Jumlah itu sudah sesuai dengan target okupansi sekitar 80 persen dari total kapasitas tempat duduk. Jumlah seat (kursi) KA Penatara Ekspres sebanyak 636 dari masing-masing kereta sebanyak 106 seat.

Menurut Sri Winarto, berakhirnya tiket promo itu diharapkan bisa mendorong pendapatan perusahaan. Dengan rata-rata kursi terisi 500 per hari seharga Rp 25.000, setiap perjalanannya pendapatan PT KAI Daops 8 mencapai Rp 12,5 juta.

Sementara KA Penataran Ekspres dalam sehari mencapai enam relasi atau tiga kali PP. Bila dihitung sehari mencapai Rp 75 juta pendapatan yang dibukukan PT KAI Daops8. “Kita belum menghitung pendapatannya, karena tarif promo belum berakhir,” sambungnya.

Sri Winarto tidak menampik, meski rata-rata load factor (tingkat keterisian kursi) mencapai 80 persen, namun setiap keberangkatan okupansinya tidak sama.

“Ada waktu tertentu okupansi naik, kadang juga mengalami penurunan. Kenaikan terjadi pada weekend dan tidak jarang kita menambah rangkaian,” lanjut pria kelahiran Malang itu.

PT KAI Daops 8 optimistis meki tarif promo berakhir, okupansi KA Penataran Ekspres tidak akan turun. Bahkan diprediksi tarif Rp 25.000 masih menjadi opsi bagi masyarakat. “Perjalanan dengan kereta api lebih dipilih masyarakat dibanding moda lain,” tegasnya. (wh)